Jakarta, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya memperbaiki tata kelola pemerintahan dan memberantas praktik ilegal demi memperkuat daya tarik investasi Indonesia di mata dunia.
Dalam forum Business Summit Roundtable di Washington DC, Amerika Serikat, Presiden mengakui Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan struktural, mulai dari persoalan korupsi hingga lemahnya kinerja kelembagaan. Meski demikian, pemerintah disebut terus melakukan pembenahan untuk menciptakan kepastian hukum dan iklim usaha yang sehat.
Prabowo menilai reformasi birokrasi dan penegakan hukum menjadi syarat utama agar investor memiliki kepercayaan untuk menanamkan modal di Indonesia. Menurutnya, tidak ada investor yang ingin masuk ke negara dengan ketidakpastian hukum dan tata kelola yang lemah.
Ia juga menegaskan bahwa langkah reformasi yang dijalankan pemerintah memang tidak selalu mudah dan kerap memunculkan penolakan. Namun pemerintah tetap berkomitmen menjaga arah perubahan demi memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Selain reformasi, Presiden menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan disiplin fiskal. Pemerintah, kata dia, ingin memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan berkelanjutan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berpihak pada kepentingan nasional.
Prabowo menyebut strategi ekonomi pemerintah saat ini difokuskan pada penguatan ekonomi dari tingkat akar rumput, sekaligus menjaga agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Melalui agenda reformasi, stabilitas ekonomi, dan kepastian hukum yang konsisten, pemerintah optimistis Indonesia akan semakin dipercaya sebagai destinasi investasi global serta mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi rakyat. (kls)



