Jakarta, suarabersama.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai dikaitkan dengan lingkungan perguruan tinggi dinilai tidak akan menggeser fungsi utama kampus sebagai pusat pendidikan dan riset. Kehadiran program tersebut justru dianggap membuka ruang kolaborasi antara dunia akademik dan pengabdian kepada masyarakat.
Kampus tetap diposisikan sebagai tempat pembelajaran, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia. Sementara MBG dapat menjadi bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial, khususnya di bidang gizi dan kesehatan masyarakat.
Sejumlah kalangan menilai kekhawatiran soal terganggunya aktivitas akademik dapat diantisipasi melalui tata kelola yang jelas. Selama pelaksanaannya tidak menghambat perkuliahan maupun penelitian, program tersebut dinilai justru memperkuat peran kampus dalam kehidupan masyarakat.
MBG juga dinilai berpotensi menjadi ruang pengembangan riset terapan lintas disiplin ilmu. Program itu dapat dikaji dari berbagai bidang seperti gizi, kesehatan masyarakat, teknologi pangan, pertanian, ekonomi lokal, hingga kebijakan publik.
Melalui pendekatan ilmiah, perguruan tinggi dapat membantu mengevaluasi efektivitas program agar lebih tepat sasaran, efisien, dan berkelanjutan.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam MBG disebut memberi pengalaman praktis di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga memahami langsung proses pelaksanaan dan pengawasan program sosial.
Pengalaman tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian sosial sekaligus kemampuan menyelesaikan persoalan masyarakat secara nyata.
Selain itu, kampus juga dapat berperan dalam memastikan kualitas program, mulai dari standar gizi, keamanan pangan, hingga kebersihan layanan. Keterlibatan akademisi dan tenaga ahli diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan MBG melalui riset dan rekomendasi berbasis data. Dengan demikian, program MBG dinilai tidak perlu dipertentangkan dengan fungsi akademik kampus. Perguruan tinggi tetap menjadi pusat ilmu pengetahuan, sementara program sosial seperti MBG dapat menjadi bentuk nyata kontribusi kampus bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (kls)



