Jakarta, suarabersama.com – Isu yang menyebut Panglima Komando Pasukan Khusus, Djon Afriandi, menampar pejabat di lingkungan Istana memicu kehebohan di media sosial. Namun, kabar tersebut telah dipastikan tidak benar oleh pihak Kopassus.
Melalui akun resmi @penkopassus, satuan elite TNI AD itu menyampaikan klarifikasi dan menegaskan bahwa narasi yang beredar merupakan hoaks. Dalam unggahannya, Kopassus menyebut informasi tersebut tidak memiliki bukti valid dan sengaja disebarkan untuk memicu kegaduhan.
“Waspada, sedang beredar kabar bohong yang menyeret nama petinggi TNI dan lingkungan Istana,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.
Klarifikasi ini muncul setelah unggahan viral di media sosial menarasikan adanya insiden penamparan terhadap Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Cerita tersebut bahkan menggambarkan kronologi yang disebut-sebut terjadi saat agenda pertemuan dengan Presiden.
Namun, pihak Kopassus memastikan seluruh narasi tersebut hanyalah karangan tanpa dasar fakta.
Respons Warganet: Minta Pelaku Ditindak
Di tengah bantahan resmi, warganet ramai memberikan respons. Banyak yang mendukung langkah Kopassus dan mendesak agar penyebar informasi palsu segera ditindak tegas.
Komentar di media sosial dipenuhi seruan agar pelaku dilacak dan diproses hukum karena dinilai telah menimbulkan keresahan publik.
Selain itu, sebagian pengguna juga menilai penyebaran hoaks semacam ini berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
Imbauan Tidak Mudah Percaya
Kopassus mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menerima dan menyebarkan informasi. Verifikasi sumber dinilai penting agar tidak terjebak dalam arus kabar yang menyesatkan.
Menurut pihak satuan, penyebaran narasi palsu seperti ini tidak hanya menciptakan kegaduhan, tetapi juga berpotensi memecah soliditas antar lembaga.
Dengan adanya klarifikasi tersebut, publik diharapkan dapat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. (kls)



