Jakarta, suarabersama.com – Kabar yang menyeret nama Panglima Komando Pasukan Khusus, Djon Afriandi, dan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Narasi yang beredar menyebut adanya situasi tegang di lingkungan Istana saat agenda pertemuan antara Pangkopassus dan Presiden. Dalam rumor tersebut, Djon Afriandi dikabarkan harus menunggu cukup lama di ruang tunggu meski telah memiliki jadwal pertemuan resmi.
Kabar itu juga menyebut Presiden sempat menegur keras situasi tersebut, yang kemudian memicu emosi dan berujung pada dugaan insiden terhadap seorang ajudan. Namun hingga saat ini, seluruh informasi tersebut masih sebatas rumor yang beredar di media sosial.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana maupun dari Djon Afriandi terkait kebenaran kabar tersebut. Karena itu, publik diminta untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan.
Sebelumnya, pihak Kopassus sendiri telah memberikan klarifikasi atas isu serupa yang sempat viral dan menegaskan bahwa narasi mengenai keributan di lingkungan Istana merupakan hoaks.
Di tengah beredarnya rumor tersebut, sosok Djon Afriandi dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak militer yang kuat. Ia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer 1995 dan telah menempati berbagai posisi strategis di satuan Baret Merah sebelum menjabat Pangkopassus.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya verifikasi informasi di era media sosial. Masyarakat diimbau untuk tetap kritis dan menunggu sumber resmi sebelum mempercayai kabar yang belum terkonfirmasi. (kls)



