Jakarta,Suarabersama.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Singapura melalui Ministry of Sustainability and the Environment (MSE) memperkuat kerja sama bilateral di bidang ekonomi sirkular. Indonesia dan Singapura berbagi pengalaman, praktik baik, serta menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah menjadi energi, guna mendukung transformasi menuju ekonomi hijau, rendah karbon, dan berkelanjutan.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi sirkular menjadi fokus strategis Indonesia saat ini. Pendekatan yang digunakan mencakup pembangunan rendah karbon, pembangunan berketahanan iklim, pengelolaan hutan dan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, penciptaan green job, peningkatan kualitas lingkungan hidup, serta reformasi pengelolaan sampah secara terintegrasi.
“Pendekatan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian tujuan lingkungan, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru, memperkuat ketahanan sumber daya, serta meningkatkan daya saing ekonomi dalam jangka panjang”, ungkap Teguh dalam acara Policy Dialogue on Circular Economy and Waste-to-Energy di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (9/6).
Dialog ini sejalan dengan komitmen Indonesia yang tertuang dalam RPJPN 2025–2045, RPJMN 2025–2029, serta Peta Jalan Ekonomi Sirkular Indonesia dalam mendorong efisiensi sumber daya, pengurangan timbulan sampah, dan penguatan ketahanan energi nasional. Pengalaman Singapura menjadi rujukan penting, karena telah mengembangkan sistem pengelolaan sampah dan pemulihan sumber daya yang terintegrasi melalui kebijakan yang kuat, teknologi maju, serta perencanaan jangka panjang.
Permanent Secretary MSE Melvyn Ong menyampaikan bahwa terdapat sejumlah kesamaan sekaligus perbedaan dalam pendekatan kedua negara terhadap isu ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah. Ia juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama yang konkret dalam menjawab tantangan pengelolaan sampah yang semakin kompleks di kedua negara.
Diskusi turut dihadiri perwakilan National Environment Agency (NEA) Singapura, kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah. Kegiatan ini ditutup dengan kunjungan ke PT Amandina Bumi, salah satu perusahaan yang telah menerapkan ekonomi sirkular di sektor industri, khususnya dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah



