JAKARTA, suarabersama.com – Pemerintah Rusia dikabarkan telah menerima daftar kebutuhan alat utama sistem persenjataan (alutsista) Indonesia untuk periode 2025–2030. Informasi tersebut diungkap media Rusia, www1.ru, yang menyebut sejumlah platform militer Rusia masuk dalam proposal kerja sama kepada Indonesia.
Dalam laporan itu disebutkan, Rosoboronexport menawarkan berbagai alutsista, mulai dari pesawat tempur generasi kelima Sukhoi Su-57E, pesawat tempur Sukhoi Su-35 generasi 4++, pesawat tanker Ilyushin Il-78MK-90A, helikopter serang Ka-52E, helikopter angkut Mi-17, hingga sistem pesawat tanpa awak (drone).
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Pertahanan maupun pemerintah Indonesia yang mengonfirmasi rencana pengadaan alutsista tersebut.
Laporan yang sama juga mengungkap penguatan kerja sama pertahanan Indonesia-Rusia melalui pengiriman dua helikopter Mi-17V-5 baru untuk TNI Angkatan Darat.
Dua helikopter dengan nomor ekor HA-5234 dan HA-5235 itu disebut telah ditempatkan di Skadron 31/Amur Yudha Cakti, Lanumad Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah.
Helikopter buatan Kazan Helicopters tersebut telah menyelesaikan uji terbang dan secara resmi diterima untuk mendukung operasional TNI AD sebagai bagian dari kerja sama teknis militer antara Indonesia dan Rusia.
Hingga kini, pemerintah Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan rencana pengadaan pesawat tempur, pesawat tanker, maupun alutsista Rusia lainnya yang disebut dalam laporan tersebut. (kls)



