BIN Serahkan Informasi Pola Kerusuhan Demo ke Polri, Koordinasi Intelijen Diperkuat

BIN Serahkan Informasi Pola Kerusuhan Demo ke Polri, Koordinasi Intelijen Diperkuat

Suarabersama.com – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M Herindra menyampaikan bahwa informasi mengenai kerusuhan dalam demonstrasi Agustus 2026 telah disampaikan kepada kepolisian. Menurut Herindra, koordinasi antarlembaga intelijen terus dilakukan ketika BIN memperoleh dan mendalami informasi terkait situasi keamanan.

“Pasti (Sudah diserahkan). Kita kan ada koordinasi, apa itu namanya, ya, antar instansi intelijen baik dari BIN, dari TNI, dari Polri, dan itu sudah kita sampaikan ke sana,” ujar Herindra saat ditemui setelah rapat tertutup bersama Komisi I DPR RI, Rabu (2/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Herindra ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kesamaan pola kerusuhan demonstrasi Agustus 2026 dengan peristiwa serupa pada Agustus 2025. Namun, ia tidak membeberkan secara rinci informasi maupun pola yang telah diperoleh BIN.

Herindra menyerahkan penjelasan mengenai pola kerusuhan dan pihak-pihak yang terlibat kepada kepolisian.“Nanti ya, urusan polisi itu,” jelas Herindra.

Ia juga menyebut kepolisian telah mengungkap sejumlah pihak yang diduga melakukan tindakan anarkis dalam rangkaian kerusuhan tersebut. Penanganan terhadap para pelaku saat ini berada dalam proses kepolisian.

“Kan kepolisian sudah merilis ya beberapa apa istilahnya beberapa pelaku-pelaku yang melakukan tindakan-tindakan yang anarkis, dan sekarang sudah ditangani kepolisian. Gitu aja ya,” pungkas dia.

Kericuhan terjadi setelah sejumlah kelompok masyarakat menggelar demonstrasi di depan Kompleks Parlemen, Senayan, pada 27 Agustus 2026. Sebelum situasi berkembang menjadi kericuhan, aparat gabungan melakukan upaya memukul mundur massa dari kawasan Kompleks Parlemen hingga ke arah Slipi dan Pejompongan.

Dalam peristiwa tersebut, Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, meninggal dunia setelah dievakuasi petugas dalam kondisi tidak sadarkan diri pada Kamis (27/8/2026) malam. Seorang pemuda bernama Faturohman (18) juga dilaporkan mengalami luka akibat dugaan penganiayaan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanudin sebelumnya menyatakan penyidik masih melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan fakta hukum terkait dugaan pengeroyokan terhadap Bambang.

“Kami sedang melakukan penyelidikan dan mengumpulkan fakta-fakta hukum yang ada di lapangan yang kami peroleh,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (28/8/2026).

Dugaan penganiayaan terhadap Bambang dan Faturohman kemudian dikaitkan dengan kehadiran massa GRIB Jaya yang dipimpin Hercules. Namun, DPP GRIB Jaya membantah keterlibatan anggotanya dalam kericuhan demonstrasi 27 Agustus 2026 maupun dugaan penganiayaan di kawasan Pejompongan.

Peristiwa tersebut mengingatkan pada rangkaian kerusuhan setelah demonstrasi pada akhir Agustus 2025. Saat itu, sejumlah aksi demonstrasi di berbagai kota, termasuk di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, yang semula berlangsung damai berkembang menjadi kericuhan setelah terjadi pembubaran massa oleh aparat.

Dalam rangkaian peristiwa pada 2025 tersebut, pengemudi ojek daring Affan Kurniawan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Peristiwa itu kemudian memicu aksi lanjutan, termasuk penyerangan terhadap Markas Komando Brimob Polda Metro Jaya di kawasan Kwitang. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − 9 =