Suara Bersama

BI Batasi Pembelian Valas Tunai untuk Jaga Stabilitas Rupiah

JAKARTA, suarabersama.com – Bank Indonesia (BI) mengambil langkah baru untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan pasar keuangan global dan domestik. Salah satu kebijakan yang diterapkan adalah pembatasan pembelian valuta asing (valas) tunai tanpa dokumen pendukung hingga maksimal 25.000 dolar AS per pelaku setiap bulan.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 2 Juni 2026 dan menjadi bagian dari upaya bank sentral menjaga keseimbangan pasar valuta asing sekaligus meredam gejolak nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bank Indonesia per 3 Juni 2026, kurs jual rupiah berada di level Rp17.952,31 per dolar AS, sementara kurs beli tercatat Rp17.773,69 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan ekonomi global maupun domestik untuk memastikan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga.

Selain pembatasan transaksi valas tunai, BI juga mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan moneter guna menjaga likuiditas valuta asing dan memastikan mekanisme pasar berjalan secara sehat.

Bank Indonesia juga terus memperluas penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi antarnegara melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS sekaligus menekan risiko fluktuasi nilai tukar.

Saat ini, kerja sama penggunaan mata uang lokal telah dijalankan Indonesia dengan sejumlah negara mitra, antara lain China, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan, dan Uni Emirat Arab.

BI menilai stabilitas rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan bank sentral, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sektor perbankan, pelaku usaha, dan pasar keuangan terus diperkuat.

Melalui langkah tersebut, BI berharap ketahanan eksternal perekonomian nasional tetap terjaga dan pasar keuangan domestik mampu menghadapi dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + thirteen =