Suarabersama – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa bahasa Indonesia dan Pancasila memiliki peran penting dalam mempersatukan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan bahasa daerah. Keduanya dinilai menjadi kekuatan utama dalam menjaga identitas nasional sekaligus memperkuat persatuan Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri kegiatan Bulan Bahasa SMANITA, Gelar Karya Kokurikuler, dan peluncuran SMANITA News di SMA Negeri 1 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (12/10/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas, kedaulatan, serta peradaban suatu bangsa. Menurutnya, bahasa Indonesia memiliki keistimewaan karena mampu menjadi jembatan komunikasi bagi masyarakat yang berasal dari latar belakang berbeda.
Ia menggambarkan bagaimana masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan logat masing-masing, tanpa kehilangan identitas daerahnya.
Abdul Mu’ti menyebut bahasa Indonesia dan Pancasila sebagai “mukjizat” yang mampu menyatukan bangsa. Keberadaan keduanya menjadi kekuatan pemersatu di tengah keragaman yang menjadi ciri khas Indonesia.
Menjaga Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah
Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara penggunaan bahasa Indonesia dan pelestarian bahasa daerah. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa negara sekaligus bahasa persatuan, sedangkan bahasa daerah merupakan kekayaan budaya yang perlu dihormati dan dilestarikan.
Ia menekankan bahwa keberagaman bahasa tidak seharusnya menjadi penghalang bagi persatuan. Sebaliknya, kekayaan tersebut perlu dirawat sebagai bagian dari identitas nasional yang memperkuat karakter bangsa.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti turut menyoroti perkembangan bahasa Indonesia di tingkat internasional. Bahasa Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu bahasa resmi Konferensi Umum UNESCO pada November 2023, sebuah langkah penting dalam memperluas pengakuan terhadap bahasa Indonesia di dunia.
Pemerintah juga mendorong agar bahasa Indonesia semakin luas dipelajari masyarakat internasional, termasuk melalui program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Salah satu target jangka panjang yang disampaikan Abdul Mu’ti adalah mendorong bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2045.
Generasi Muda sebagai Penjaga Persatuan
Abdul Mu’ti berpesan kepada para siswa agar mengutamakan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing. Menurutnya, ketiga kemampuan tersebut dapat berjalan beriringan untuk memperkuat identitas nasional sekaligus membuka peluang generasi muda di tingkat global.
Kegiatan Bulan Bahasa dan peluncuran SMANITA News diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan literasi, kreativitas, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
Penguatan kemampuan berbahasa sejak di bangku sekolah juga penting untuk membentuk generasi yang mampu memahami perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, bahasa Indonesia dan Pancasila tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi juga perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari melalui sikap saling menghormati, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.





Tanggapan
0Belum ada tanggapan. Jadilah yang pertama menulis.