Suarabersama– Pemerintah menunjukkan respons cepat terhadap kondisi siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turun langsung meninjau kondisi siswa yang masih menjalani perawatan di rumah sakit di Berastagi.
Wapres Gibran mengunjungi dua siswa yang sedang mendapatkan perawatan di RS Efarina Etaham Berastagi dan RS Amanda Berastagi pada Jumat (11/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi kesehatan para siswa sekaligus memastikan mereka memperoleh pelayanan medis yang dibutuhkan.
Dalam kunjungannya, Gibran berdialog langsung dengan pasien dan keluarga untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan selama proses pemulihan. Pemerintah memastikan kedua siswa mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik hingga kondisi mereka kembali pulih.
Gibran juga membuka kemungkinan apabila pasien membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan di Medan maupun Jakarta. Pemerintah memastikan kebutuhan tersebut akan dipenuhi sesuai dengan kondisi medis masing-masing pasien.
Selain memastikan layanan kesehatan, Wapres menegaskan bahwa biaya pengobatan para siswa akan ditanggung pemerintah. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak membiarkan masyarakat menghadapi persoalan kesehatan tersebut sendirian.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 361 siswa dari SMA Negeri 1 Berastagi serta SMA dan SMK Swasta Bersama di Kabupaten Karo diduga mengalami keracunan massal setelah menyantap menu MBG pada 13 Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 270 pasien menjalani rawat inap, 89 pasien mendapatkan perawatan jalan, sementara dua pasien lainnya menjalani perawatan di rumah sakit di Medan.
Pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para siswa. Penanganan tidak hanya diarahkan pada pemulihan fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan lanjutan para siswa dapat terpenuhi.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution turut memberikan perhatian terhadap kasus tersebut. Ia menginstruksikan jajaran Dinas Kesehatan Sumut dan perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan keluarga siswa.
Bobby menegaskan bahwa proses pemulihan tidak berhenti setelah siswa memperoleh perawatan medis. Pemerintah daerah akan terus melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka semakin membaik.
Kehadiran langsung Wapres Gibran di tengah para siswa menunjukkan bahwa pemerintah menempatkan keselamatan dan kesehatan masyarakat sebagai prioritas. Respons tersebut juga memperlihatkan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan yang berkaitan dengan pelaksanaan program MBG.
Melalui penanganan medis, pendampingan, serta pembiayaan pengobatan, pemerintah berupaya memastikan para siswa dapat kembali sehat dan melanjutkan aktivitas pendidikan seperti semula.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat komitmen pemerintah untuk terus melakukan evaluasi dan memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan mengutamakan kualitas pelayanan serta keselamatan penerima manfaat

