Suara Bersama

TNI Kembali Jalankan Rotasi Rutin Satgas Pamtas, Prajurit Siap Bertugas Profesional

Suarabersama.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kedaulatan negara dengan memberangkatkan ratusan prajurit menuju Papua. Kali ini, pasukan yang mendapat amanah penugasan berasal dari Batalyon Infanteri (Yonif) 721/Makassau di bawah jajaran Kodam XIV/Hasanuddin.

Prosesi pemberangkatan yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan logistik pergeseran pasukan (Serpas) dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIV/Hasanuddin, Brigjen TNI Ayi Lesmana. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Baru Breakwater Kodaeral VI, Jalan Yos Sudarso, Makassar, Kamis (18/6).

Berdasarkan keterangan Penkodam XIV/Hasanuddin, misi yang akan dijalankan para prajurit adalah tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI–Papua Nugini (PNG) Mobile Tahun Anggaran 2026.

Sebelum diberangkatkan ke daerah penugasan, seluruh personel Yonif 721/Makassau telah mengikuti dan menuntaskan latihan pratugas secara intensif di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Batujajar, Bandung, Jawa Barat. Pelatihan tersebut bertujuan memastikan kesiapan personel dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Dalam arahannya kepada prajurit, Brigjen TNI Ayi Lesmana menekankan pentingnya kesiapan fisik, mental, dan perlengkapan sebelum memasuki wilayah operasi. Ia juga mengingatkan bahwa tugas negara yang diemban merupakan kehormatan yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

**”Jaga nama baik Kodam XIV/Hasanuddin dengan selalu mengedepankan disiplin, profesionalisme, dan faktor keamanan selama bertugas,”** tegas Kasdam.

Selain itu, Kasdam juga mengajak seluruh personel untuk terus menjaga solidaritas dan kekompakan selama menjalankan tugas di medan operasi. Menurutnya, kebersamaan menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan misi.

“Penugasan adalah kehormatan yang tidak dimiliki semua prajurit. Berangkatlah dengan kehormatan dan kembalilah dengan kemenangan. Saya berharap berangkat lengkap dan pulang pun lengkap. Tunjukkan bahwa kalian adalah Ayam Jantan dari Timur yang siap mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab,” kata Kasdam.

Sebagai informasi, pengiriman pasukan ke Papua merupakan bagian dari mekanisme rotasi rutin TNI yang dilakukan beberapa kali dalam setahun. Penugasan tersebut dilaksanakan melalui satuan tugas yang bertanggung jawab menjaga keamanan wilayah perbatasan maupun mendukung stabilitas daerah. Dalam setiap rotasi, TNI umumnya mengerahkan satu batalion dengan kekuatan sekitar 450 personel yang bertugas selama kurang lebih satu tahun.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TNI dalam menjaga keamanan perbatasan negara sekaligus mendukung terciptanya stabilitas dan kondusivitas wilayah Papua. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 4 =