Suarabersama.com – Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI-Papua Nugini (PNG) Mobile Yonif 725 Komando Operasi (Koops) TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III menemukan ladang ganja di Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Temuan tersebut diduga berkaitan dengan jaringan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) pimpinan Egianus Kogoya. Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto menyebut keberadaan ladang ganja tersebut mengindikasikan adanya upaya pembudidayaan tanaman terlarang yang diduga dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan operasional kelompok bersenjata.
“Nah ini 21.400 batang ganja ini membuktikan bahwa apa yang dikatakan Sebby Sambom bukanlah isapan jempol. Sebby Sambom melegalkan TPNPB-OPM untuk menanam ganja dalam rangka memenuhi kebutuhan logistik OPM dan untuk merusak generasi muda di Papua,” ujar Lucky.
Sebanyak 21.400 batang ganja yang berhasil diamankan selanjutnya akan diserahkan kepada Polres setempat untuk diproses dan dimusnahkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Pengungkapan tersebut menambah temuan ladang ganja yang sebelumnya berhasil dilakukan personel gabungan TNI di wilayah Papua. Di kawasan hutan dan pegunungan Kampung Siminbuk, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, petugas sebelumnya menemukan 1.347 batang pohon ganja.
Ladang tersebut terdeteksi melalui pemantauan udara. Setelah dilakukan penindakan, personel Satgas TNI bersama jajaran Polres Pegunungan Bintang melakukan penyisiran di wilayah yang memiliki medan sulit berupa kawasan lembah dan pegunungan.
Lucky menyebut ladang di Pegunungan Bintang tersebut diduga dikelola OPM dari Kodap 35 Bintang Timur di bawah pimpinan Ananias Ati Mimin. Tanaman ganja yang ditemukan kemudian dicabut dan dimusnahkan di lokasi.
Penindakan terhadap ladang ganja tersebut menjadi bagian dari upaya aparat menjaga keamanan sekaligus mencegah peredaran narkotika yang berpotensi mengancam masyarakat dan generasi muda di Papua. (hni)

