Antrean BBM di Sulsel Diurai, Satgas Dorong Distribusi dan Pelayanan SPBU Dipercepat

Antrean BBM di Sulsel Diurai, Satgas Dorong Distribusi dan Pelayanan SPBU Dipercepat

Suarabersama.com – Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan dan Pemantauan Penyaluran BBM bersubsidi dan elpiji 3 kilogram mengusulkan sejumlah langkah untuk mengurai antrean panjang pembelian BBM yang terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel Jufri Rahman mengatakan salah satu opsi yang diusulkan adalah menerapkan nomor antrean sesuai dengan kapasitas BBM yang tersedia di masing-masing SPBU.

“Ada saran, mengatakan kenapa tidak kita kasih nomor antrian sesuai dengan kapasitas yang ada di pom bensin (SPBU),” ujar Jufri Rahman di Kantor sementara DPRD Sulsel, Jalan Andi Pangeran Pettarani, Makassar, Jumat.

Menurut Jufri, berdasarkan keterangan Direksi PT Pertamina Patra Niaga, ketersediaan BBM di Sulsel masih mencukupi sehingga kondisi yang terjadi bukan karena kelangkaan. Satgas juga terus melakukan pemantauan untuk mencari solusi terhadap antrean panjang.

“Sebenarnya BBM ini tidak langka, cuma kita Satgas ini turun ke lapangan mencermati. Maka, Satgas mengambil kebijakan mulai sekarang itu membatasi,” tuturnya lagi.

Ia mencontohkan apabila sebuah SPBU memiliki persediaan 5.000 liter dan pembelian dibatasi maksimal 100 liter per kendaraan, maka sekitar 50 kendaraan dapat dilayani sesuai kapasitas yang tersedia. Namun, skema tersebut masih sebatas usulan Satgas.

Satgas juga mengusulkan agar suplai BBM segera dilakukan ketika stok di suatu SPBU mulai berkurang. Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah penumpukan kendaraan akibat keterbatasan stok di satu lokasi.

“Ada juga (saran) yang mengatakan begini, jangan karena kekurangan (stok di SPBU) itu jadi tekanan. Tapi, begitu di tahu ada yang kurang, segera suplai dari Pertamina,” katanya.

Jufri kembali menekankan pentingnya percepatan distribusi apabila stok BBM di SPBU mulai menipis.

“Umpamanya, di sini stok SPBU Pettarani sudah mulai menipis, maka segera disampaikan Pertamina suplai. Jangan dulu bicara soal kuota, begitu dibutuhkan langsung kirim. Misalnya di dekatnya juga kekurangan, langsung saja disuplai supaya antrean ini terpecah, “ujarnya.

Selain persoalan distribusi, Satgas menemukan kendala lain berupa keterbatasan jumlah petugas di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut membuat tidak seluruh lajur pengisian dapat digunakan sehingga antrean kendaraan meluber hingga ke badan jalan.

Dari hasil pemantauan, terdapat SPBU yang memiliki empat nosel, tetapi hanya satu yang dioperasikan. Satgas meminta seluruh fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat pelayanan kepada konsumen.

“Makanya saya sudah sampaikan kepada Eksekutif GM Pertamina Patra Niaga Sulawesi pak Deny Sukendar, harus memanfaatkan semua nosel yang tersedia,” katanya menekankan.

Antrean panjang masih terlihat di sejumlah SPBU di Kota Makassar. Kondisi tersebut membuat konsumen harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah kericuhan juga dilaporkan terjadi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan cekcok warga di salah satu SPBU di Kabupaten Bone hingga melibatkan senjata tajam jenis badik. Sementara di SPBU Kabupaten Maros, terjadi adu fisik antara konsumen dan pegawai SPBU.

Selain itu, kericuhan juga terjadi antara mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dengan pihak keamanan di Kantor Pertamina, Jalan Garuda Makassar. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan ketegangan akibat antrean pembelian BBM. (hni)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 1 =