Suarabersama.com – Anggota DPRD Kota Medan, Jusup Ginting Suka, SE, kembali menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan (Wasbang) sebagai bagian dari upaya memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, serta pengamalan nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Minggu (21/6/2026) di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang. Acara mendapat sambutan positif dari warga yang hadir untuk mengikuti materi terkait wawasan kebangsaan dan pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jusup Ginting menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia. Menurutnya, penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan agar masyarakat memiliki rasa cinta tanah air dan komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Wawasan kebangsaan menjadi fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat akan semakin kuat dalam menjaga persatuan dan keharmonisan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menumbuhkan sikap toleransi, mempererat semangat gotong royong, serta berpartisipasi aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif.
Pada sesi penyampaian materi, Waldemar Sihombing menjelaskan pentingnya ideologi Pancasila sebagai dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, implementasi nilai-nilai Pancasila menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan bangsa.
“Pancasila mengajarkan kita untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, serta mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Jika nilai-nilai Pancasila benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka persatuan bangsa akan semakin kokoh dan masyarakat dapat hidup rukun, damai, serta sejahtera,” kata Waldemar.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.
Kegiatan juga diisi dengan sesi dialog interaktif. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan yang mereka hadapi di lingkungan sekitar. Salah satu isu yang disampaikan berkaitan dengan keberadaan tempat kusuk lulur yang dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Jusup Ginting meminta pihak kecamatan dan kelurahan melakukan pengecekan secara menyeluruh serta mengambil langkah sesuai aturan apabila ditemukan pelanggaran.
“Kalau memang tidak memiliki izin atau ditemukan pelanggaran aturan, tentu harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah harus hadir untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban sosial perlu segera ditangani agar tidak berdampak negatif terhadap lingkungan, terutama bagi generasi muda.
“Anak-anak dan generasi muda harus mendapatkan lingkungan yang sehat dan kondusif untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, setiap persoalan yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat harus segera ditangani,” tambahnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan. Selain mendapatkan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan, warga juga memperoleh ruang untuk berdialog langsung dan menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.
Melalui kegiatan Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya nilai-nilai Pancasila, memperkuat rasa persatuan, serta berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa. (*)



