Suarabersama – Respons cepat pemerintah dan berbagai unsur terkait ditunjukkan dalam upaya pencarian lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banten bersama Basarnas serta Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten mengerahkan personel dan armada untuk menyisir wilayah perairan yang diperkirakan menjadi jalur rombongan.
Kepala KSOP Kelas I Banten Raden Yogie Nugraha menyampaikan bahwa pihaknya turut mengerahkan Kapal KN SAR 247 Tetuka dalam operasi SAR gabungan. Penyisiran dilakukan dengan mempertimbangkan titik terakhir komunikasi, kondisi arus, gelombang, serta cuaca di kawasan Selat Sunda.
Koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan, termasuk melalui Stasiun Radio Pantai (SROP) dan VTS Merak. Area pencarian dapat diperluas maupun disesuaikan berdasarkan perkembangan informasi dan evaluasi tim di lapangan.
“Kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus mengoptimalkan pencarian. Harapan kami, kelima rekan jurnalis beserta rombongan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Yogie.
Kelima jurnalis tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Carita pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan Gunung Anak Krakatau. Rombongan dilaporkan kehilangan kontak sekitar pukul 14.42 WIB saat berada di antara kawasan Carita dan Gunung Anak Krakatau.
Upaya pencarian yang dilakukan secara terpadu menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah perairan. Selain mengejar target menemukan rombongan, keselamatan personel SAR juga menjadi perhatian selama operasi berlangsung.
Pemerintah melalui unsur terkait terus mengoptimalkan pencarian hingga keberadaan seluruh rombongan dapat dipastikan. Langkah tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen negara dalam memberikan perlindungan dan pertolongan kepada masyarakat dalam situasi darurat.

