PALANGKA RAYA, suarabersama.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah kembali menyisakan duka. Dua relawan yang aktif membantu pemadaman meninggal dunia setelah menjalankan tugas di lapangan.
Keduanya yakni Ahmadin alias Itam Madin (56), relawan Damkar Huma Singgah Itah di Kelurahan Mendawai, Kabupaten Kotawaringin Barat, dan Akhmad Rizani alias Rijani (54), Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka.
Ahmadin sebelumnya terlibat dalam pemadaman karhutla. Setelah menyelesaikan tugasnya, kondisi kesehatannya menurun hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Barat, Samuel, memastikan Ahmadin tidak meninggal di lokasi pemadaman. Ia mengatakan Ahmadin sempat mengeluhkan sakit dan menjalani perawatan sebelum akhirnya meninggal beberapa hari kemudian.
Menurut Samuel, Ahmadin memiliki riwayat keluhan sesak napas. Kondisi tersebut diduga diperberat kelelahan setelah menjalankan tugas pemadaman. Faktor usia juga dinilai turut memengaruhi kondisi kesehatannya.
Meski demikian, Ahmadin merupakan anggota resmi Masyarakat Peduli Api (MPA) yang berada di bawah pembinaan BPBD Kotawaringin Barat. Selama menjadi relawan, ia aktif membantu pemadaman karhutla di wilayah Kelurahan Mendawai, mulai dari lingkungan permukiman hingga tingkat kelurahan.
Sementara itu, Akhmad Rizani juga dikenal sebagai salah satu relawan yang terlibat langsung dalam penanganan karhutla di Palangka Raya. Keduanya meninggal setelah menjalankan peran dalam upaya membantu mengendalikan kebakaran di tengah kondisi karhutla yang masih menjadi ancaman di Kalteng.(kls)

