Suara Bersama

Indonesia Kecam Serangan Kapal di Bab Al-Mandeb, Satu WNI Masih Hilang

JAKARTA, suarabersama.com — Pemerintah Indonesia mengecam serangan terhadap kapal niaga MV Tihamah di perairan Bab Al-Mandeb, lepas pantai Yaman, yang berdampak pada sejumlah awak kapal, termasuk tiga warga negara Indonesia (WNI).

Dalam insiden tersebut, dua WNI berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu lainnya masih dalam pencarian. Serangan itu juga dilaporkan menyebabkan sedikitnya dua awak asal Pakistan meninggal dunia.

Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa Menteri Luar Negeri Sugiono telah menyampaikan kecaman langsung kepada Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba melalui sambungan telepon pada Rabu (12/8/2026).

“Menlu Sugiono dengan tegas mengutuk serangan itu dan menekankan perlunya langkah segera untuk mencegah eskalasi lebih lanjut,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (13/8).

Indonesia menilai serangan tersebut membahayakan keselamatan pelayaran internasional di Bab Al-Mandeb, salah satu jalur maritim penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan dua WNI yang ditemukan selamat telah mendapat penanganan. Salah satunya mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak membutuhkan perawatan di rumah sakit, sedangkan satu lainnya harus menjalani perawatan medis.

“Satu awak lainnya belum ditemukan dan upaya pencarian intensif masih terus dilakukan oleh pihak terkait di wilayah perairan tersebut,” ujar Heni.

MV Tihamah diketahui membawa 11 awak, terdiri atas delapan warga Pakistan dan tiga WNI. Berdasarkan informasi awal, serangan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok Houthi.

KBRI di Muscat terus memantau perkembangan situasi dan memberikan perlindungan konsuler kepada para WNI. Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan pemulangan mereka ke Indonesia setelah kondisi keamanan memungkinkan.

Selain mengecam serangan, Indonesia mengapresiasi otoritas Yaman yang memberikan akses konsuler serta membantu penanganan awak kapal.

Pemerintah menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Yaman untuk menjaga keselamatan pelayaran dan stabilitas kawasan Bab Al-Mandeb, yang menjadi salah satu jalur perdagangan global paling strategis sekaligus rawan konflik. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 1 =