Suara Bersama

BMKG: Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Meski Kemarau Mulai Datang

Jakarta, suarabersama.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di berbagai daerah Indonesia selama sepekan pertama Juni 2026, meskipun sebagian wilayah telah memasuki musim kemarau.

Pada periode 2-4 Juni, hujan diprediksi mengguyur sejumlah provinsi di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi serupa masih berlanjut pada 5-8 Juni dengan cakupan wilayah yang meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang di beberapa daerah. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Di sisi lain, fenomena kemarau mulai terasa di sejumlah wilayah. BMKG mencatat pengaruh El Nino yang masih bertahan serta menguatnya Monsun Australia menyebabkan berkurangnya curah hujan dan meningkatnya suhu udara di beberapa daerah.

Pada akhir Mei lalu, suhu maksimum tercatat mencapai 35 hingga 36,4 derajat Celsius di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Utara, Riau, Banten, Sulawesi Tengah, dan Papua Selatan.

Meski demikian, kondisi atmosfer regional masih mendukung pembentukan awan hujan, terutama di kawasan Indonesia bagian utara dan timur. Aktivitas gelombang atmosfer seperti Kelvin dan Rossby Ekuatorial diperkirakan turut memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah.

BMKG juga memantau potensi terbentuknya sirkulasi siklonik di Laut Cina Selatan dan Samudra Pasifik utara Papua. Fenomena tersebut dapat memperkuat pembentukan daerah pertemuan massa udara yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan.

Seiring kondisi cuaca yang masih dinamis, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca resmi dan mewaspadai potensi cuaca ekstrem. Sementara bagi daerah yang telah memasuki musim kemarau, warga disarankan mengurangi paparan sinar matahari langsung, menggunakan pelindung seperti tabir surya, serta menjaga kecukupan cairan tubuh guna mencegah dehidrasi saat beraktivitas di luar ruangan.

BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap perubahan cuaca tetap diperlukan karena peralihan musim masih memungkinkan terjadinya hujan lebat secara tiba-tiba di sejumlah wilayah Indonesia. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + six =