Suara Bersama

Harga Minyak Dunia di Atas Asumsi APBN 2026, Pemerintah Siap Ambil Tindakan

Jakarta,Suarabersama.com – Komisi XI DPR RI berencana membahas dengan pemerintah terkait harga minyak dunia yang telah melampaui asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Kenaikan harga minyak global ini dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang sempat mendorong harga minyak di atas US$ 100 per barel.

Dalam APBN 2026, harga minyak mentah dunia diasumsikan sebesar US$ 70 per barel. Saat ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$ 89 per barel.

Menurut Ketua Komisi XI DPR RI, Misbakhun, pihaknya akan melakukan pengecekan kepada pemerintah terkait kondisi ini. “Kita nanti akan cek kepada pemerintah. Karena apa? Harganya masih dalam range yang sangat moderat,” kata Misbakhun di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Selasa (10/3/2026).

Misbakhun menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dunia berdampak langsung pada biaya konsumsi energi dalam negeri, mengingat Indonesia masih mengimpor sebagian kebutuhan minyaknya.

Selisih antara harga minyak impor dan harga minyak produksi dalam negeri, menurut Misbakhun, masih menghasilkan surplus tergantung pada harga Indonesian Crude Price (ICP). “Selisih ini kadang-kadang kita masih surplus. Karena harga ICP-nya. Permasalahannya adalah pemerintah selalu punya exercise,” jelasnya.

Pemerintah memiliki batas toleransi terhadap kenaikan harga minyak. Jika harga minyak melampaui batas tersebut, pemerintah akan mengambil langkah kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas anggaran, kata Misbakhun. Pilihan yang ada adalah menambah subsidi, menaikkan harga BBM, atau menyerap selisih harga ke dalam anggaran subsidi.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan opsi perubahan postur APBN 2026 terbuka jika harga minyak dunia terus melonjak akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Purbaya menjelaskan bahwa evaluasi akan dilakukan dalam satu bulan ke depan untuk melihat perkembangan harga minyak. Perubahan postur APBN akan dipastikan tidak mengganggu momentum pertumbuhan ekonomi. “Kita lihat sebulan ini, kita lihat gimana sih keadaannya. Nanti kalau satu bulan semuanya berubah, kita akan evaluasi secara menyeluruh, yang jelas kita akan pastikan momentum pertumbuhan ekonomi tidak terganggu,” kata Purbaya usai meninjau Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat, Senin (9/3/2026)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 + eighteen =