Jakarta, Suarabersama.com – Pengelolaan dapur untuk program Badan Gizi Nasional melalui skema Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mulai diterapkan di lingkungan perguruan tinggi di Makassar, salah satunya di Universitas Hasanuddin (Unhas). Program tersebut diarahkan agar kampus tidak hanya menjadi lokasi operasional, tetapi juga pusat pengembangan berbasis riset dan inovasi.
Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang, dalam kegiatan BGN Goes To Campus yang digelar di Auditorium Prof A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas, Selasa (5/5/2026).
Menurut Nanik, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan program MBG. Kampus diharapkan dapat berkontribusi melalui pendidikan, penelitian, hingga keterlibatan langsung dalam masyarakat.
“Kami ingin kampus itu bukan hanya jadi laboratorium, tapi benar-benar memahami dan bisa menjadi agent dari program MBG,” ungkap Nanik.
Ia menilai keterlibatan akademisi dan mahasiswa penting untuk memperkuat edukasi gizi di masyarakat. Mahasiswa nantinya diharapkan dapat turun langsung memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang kepada anak-anak sekolah.
“Mahasiswa bisa menjadi pengajar, memberikan pemahaman pentingnya gizi kepada anak-anak,” kata dia.
Selain itu, mahasiswa juga didorong ikut berpartisipasi melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya dari rumpun ilmu kesehatan dan gizi.
“Ini jadi nilai tambah dari keterlibatan kampus,” lanjutannya.
Keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan kampus juga dinilai memiliki manfaat yang luas. Selain digunakan untuk mendukung distribusi makanan bergizi, fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium penelitian terkait gizi, kesehatan lingkungan, hingga keamanan pangan.
BGN juga menekankan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga kualitas pangan pada program MBG. Dengan adanya fasilitas riset di kampus, pengawasan terhadap potensi kontaminasi makanan diharapkan dapat dilakukan lebih dini.
“Kalau sebelumnya setelah ada kasus baru diperiksa, nah sekarang kita ingin pencegahan. Bahkan sebelum bakteri datang sudah bisa diantisipasi,” tutur Nanik.
Sementara itu, Rektor Unhas Jamaluddin Jompa menegaskan keterlibatan kampus dalam program MBG merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Ini bukan proyek. Ini pengabdian. Di dalamnya ada pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, ini adalah pengabdian bagi kami jadi betul-betul bukan bisnis,” kata Prof Jamaluddin. (*)



