Balikpapan, suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero) di Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Proyek bernilai investasi sekitar USD 70 miliar atau setara Rp123 triliun ini menjadi kilang minyak terbesar yang pernah dibangun di Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mendorong terwujudnya swasembada energi nasional dalam lima tahun ke depan. Menurutnya, kemandirian energi merupakan arah strategis yang harus ditempuh secara konsisten dan berkelanjutan. “Kita harus mampu memproduksi energi sendiri. Targetnya lima tahun, kalau tercapai di tahun keenam atau ketujuh tidak masalah. Yang penting kita bergerak ke arah kemandirian,” ujar Prabowo.
Presiden menilai Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, mulai dari cadangan batu bara hingga energi panas bumi. Namun, potensi tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
Ia juga optimistis target swasembada energi bisa dicapai lebih cepat, berkaca pada keberhasilan Indonesia mewujudkan swasembada beras yang melampaui ekspektasi waktu. “Kita punya sumber daya luar biasa. Kita bisa produksi BBM sendiri, termasuk mengolah kelapa sawit menjadi bahan bakar. Dengan kerja keras, saya yakin target ini bisa dipercepat,” katanya.
Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, menyebut peresmian RDMP Balikpapan sebagai momentum penting bagi Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi nasional. “Ini tonggak sejarah menuju kemandirian energi. Kita membangun kemampuan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan menentukan masa depan energi bangsa,” ujar Simon.
Proyek RDMP Balikpapan merupakan kilang terintegrasi hulu–hilir yang didukung pembangunan pipa gas Senipah–Balikpapan sepanjang 78 kilometer sebagai pasokan bahan baku. Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex memungkinkan residu minyak diolah menjadi produk bernilai tinggi.
Dengan beroperasinya RDMP, kapasitas pengolahan kilang Balikpapan meningkat dari 260 ribu barel per hari menjadi 360 ribu barel per hari. Produk BBM yang dihasilkan telah memenuhi standar Euro 5 dengan emisi lebih rendah dan lebih ramah lingkungan.
Kilang ini juga terhubung dengan Terminal BBM Tanjung Batu berkapasitas 125 ribu kiloliter untuk mendukung distribusi energi di kawasan Indonesia timur. Selain itu, Pertamina menambah fasilitas penyimpanan minyak mentah di Lawe-lawe sebesar 2 juta barel, sehingga total kapasitas mencapai 7,6 juta barel. Keberadaan RDMP Balikpapan diharapkan menjadi pilar utama penguatan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak. (kls)



