Suara Bersama

Trump Ancam Serang Iran Jika Negosiasi Gagal

Jakarta, suarabersama.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan negosiasi dengan Iran kini memasuki tahap akhir. Namun, ia menegaskan Washington siap melancarkan serangan militer jika Teheran gagal mencapai kesepakatan damai.

Pernyataan itu disampaikan Trump setelah enam pekan gencatan senjata pasca penghentian Operasi Epic Fury. Menurutnya, peluang damai masih terbuka, tetapi opsi militer tetap disiapkan apabila pembicaraan menemui jalan buntu.

“Kami berada di tahap akhir dengan Iran. Entah ada kesepakatan atau kami akan melakukan tindakan keras,” ujar Trump, Rabu (20/5/2026).

Trump mengaku sebelumnya hampir memerintahkan serangan lanjutan terhadap Iran, namun keputusan itu ditunda demi memberi ruang negosiasi. Ia juga kembali menegaskan tekad AS untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

Di sisi lain, Iran menuding AS tengah menyiapkan agresi baru. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memperingatkan bahwa setiap serangan akan dibalas dan dapat meluas menjadi konflik regional di luar Timur Tengah.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut langkah-langkah Washington menunjukkan indikasi persiapan perang baru terhadap Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Iran tetap serius dalam jalur diplomasi, meski menyimpan kecurigaan terhadap sikap AS.

Negosiasi kedua negara juga dibantu mediasi Pakistan. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, disebut aktif menjadi penghubung komunikasi antara Washington dan Teheran.

Iran diketahui kembali mengajukan proposal baru kepada AS. Teheran meminta pencabutan sanksi, pelepasan aset yang dibekukan, hingga pengakuan atas kontrol Iran di Selat Hormuz.

Ketegangan di kawasan membuat jalur pelayaran Selat Hormuz masih terganggu. Meski demikian, sejumlah kapal tanker dari China dan Korea Selatan mulai kembali melintasi jalur strategis tersebut setelah Iran melonggarkan aturan bagi negara tertentu.

Situasi perang dan negosiasi yang belum pasti terus memengaruhi pasar energi global. Harga minyak dunia sempat berfluktuasi tajam akibat kekhawatiran konflik kembali memanas di Timur Tengah. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − seven =