Suara Bersama

TNI AD Bangun Empat Jembatan Strategis untuk Buka Akses Masyarakat Amfoang

Suarabersama.com – TNI Angkatan Darat (TNI AD) memulai pembangunan empat jembatan strategis di wilayah Amfoang, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Pembangunan tersebut mencakup Jembatan Termanu, Jembatan Kapsali, Jembatan Bipolo, dan Jembatan Nunpisa. Kehadiran infrastruktur ini diharapkan mampu mengembalikan akses transportasi yang selama beberapa tahun terakhir terputus akibat kerusakan jembatan, sehingga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Warga setempat mengungkapkan bahwa selama musim hujan mereka kerap menghadapi kesulitan karena meningkatnya debit sungai yang menyebabkan akses antarwilayah terputus.

“Kalau banjir, warga sangat kesulitan menyeberang karena takut terbawa arus. Saat membawa orang sakit, ada yang meninggal di perjalanan karena harus menunggu banjir surut. Sudah terlalu banyak kejadian seperti itu. Kami benar-benar terisolasi,” ungkap warga Desa Manubelon, Gusti Lelan, saat ditemui di lokasi Jembatan Termanu, Selasa (7/7/2026).

Senada dengan itu, warga lainnya juga berharap pembangunan jembatan dapat segera mengatasi kendala mobilitas yang selama ini dihadapi.

“Kalau banjir kami tidak bisa menyeberang. Kami benar-benar terisolasi,” katanya.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, Komandan Korem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Hendro Cahyono meninjau langsung lokasi pembangunan bersama jajaran TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, serta masyarakat setempat. Kegiatan tersebut diawali dengan prosesi adat, dilanjutkan dialog bersama warga dan penyerahan bantuan tas sekolah kepada para siswa.

Menurut Brigjen TNI Hendro Cahyono, pembangunan jembatan merupakan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat yang telah lama mengharapkan kembali tersedianya akses transportasi yang aman.

“Kami datang ke sini karena permintaan masyarakat Amfoang. Jembatan ini sangat vital bagi kehidupan masyarakat, baik untuk aktivitas ekonomi, anak-anak sekolah maupun warga yang membutuhkan layanan kesehatan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto melalui Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.

“Sementara di Amfoang ini kita akan membangun empat jembatan. Kehadiran kami di sini untuk membangun bersama masyarakat,” tegas Danrem.

Pembangunan empat jembatan ditargetkan selesai pada Desember 2026 dengan melibatkan personel Yonzipur dan satuan konstruksi TNI lainnya. Program ini menjadi bagian dari pembangunan puluhan jembatan yang telah dilaksanakan TNI AD di berbagai wilayah Nusa Tenggara Timur.

Danrem optimistis keberadaan jembatan baru akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam memperlancar mobilitas, memperkuat aktivitas ekonomi, serta meningkatkan akses terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.

“Kalau jembatan sudah selesai, ekonomi akan bergerak lebih lancar, anak-anak bisa sekolah dengan aman saat musim hujan, dan warga yang sakit dapat segera memperoleh pelayanan kesehatan,” katanya.

Pemerintah kecamatan dan desa turut menyampaikan apresiasi atas pembangunan tersebut. Mereka berharap proyek dapat berjalan lancar karena memiliki peran penting dalam menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Kupang.

“Kami berharap pembangunan jembatan ini berjalan lancar. Kehadiran TNI AD sangat membantu masyarakat dan kami siap bergotong royong untuk mendukung pelaksanaannya,” ujarnya.

Harapan serupa juga disampaikan pemerintah desa yang menilai pembangunan kembali jembatan akan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

“Harapan kami pembangunan jembatan ini berjalan dengan baik karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui pembangunan empat jembatan ini, TNI AD tidak hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga memperkuat konektivitas, membuka peluang pertumbuhan ekonomi, serta menghadirkan akses yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah 3T. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × 2 =