Suara Bersama

Mantan Ajudan Bung Karno Sidarto Danusubroto Dianugerahi Pangkat Kehormatan RI

Suarabersama.com – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan penganugerahan pangkat kehormatan Republik Indonesia kepada Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, mantan Ketua MPR RI periode 2013–2014 yang juga dikenal sebagai ajudan terakhir Presiden pertama RI, Sukarno.

Penyematan pangkat kehormatan tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo dalam upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang berlangsung di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Sidarto Danusubroto memiliki catatan sejarah sebagai ajudan Presiden Sukarno pada masa transisi pemerintahan setelah terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar). Ia mulai menjalankan tugas sebagai ajudan pada 6 Februari 1967 setelah menggantikan Komisaris Besar Polisi Sumirat yang saat itu ditahan, serta mendampingi Bung Karno hingga menjelang wafatnya.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 11 Juni 1936, Sidarto mengawali pendidikan kepolisian di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 1955. Ia kemudian melanjutkan pendidikan kepolisian di Amerika Serikat pada 1964–1965. Latar belakang pendidikan internasional tersebut, sebagaimana pernah disampaikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menjadi salah satu pertimbangan penunjukannya sebagai ajudan Presiden Sukarno.

Dalam menjalankan tugas mendampingi Bung Karno, Sidarto pernah menjalani pemeriksaan selama empat tahun terkait dugaan keterlibatannya dalam rencana membawa Presiden Sukarno keluar dari Wisma Yaso ketika menjalani masa tahanan rumah.

Setelah menyelesaikan masa tersebut, karier Sidarto di Kepolisian Republik Indonesia terus berkembang. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Kepolisian Resor Tangerang, Kepala Dinas Penerangan Polri, Kepala Interpol Indonesia, serta dipercaya memimpin dua kepolisian daerah, yakni sebagai Kapolda Sumatera Bagian Selatan dan Kapolda Jawa Barat.

Memasuki masa purnatugas dari kepolisian, Sidarto melanjutkan pengabdiannya di dunia politik. Ia terpilih sebagai anggota DPR/MPR RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) selama tiga periode sejak 1999. Pada 2013, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menunjuknya sebagai Ketua MPR RI menggantikan Taufiq Kiemas yang wafat saat masih menjabat.

Selain itu, Sidarto juga pernah mengemban amanah sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dalam upacara Hari Bhayangkara ke-80 tersebut, Presiden Prabowo tidak hanya memberikan pangkat kehormatan kepada Sidarto Danusubroto, tetapi juga kepada dua purnawirawan Polri lainnya, yakni mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki serta mantan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghormatan negara atas dedikasi, pengabdian, serta kontribusi para purnawirawan Polri dalam menjaga keamanan, memperkuat institusi negara, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat selama menjalankan tugasnya. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 + thirteen =