Suara Bersama

Prabowo: Hilirisasi dan Industrialisasi Jadi Peluang Emas Pengusaha Muda Indonesia

Suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa saat ini merupakan momentum strategis bagi para pengusaha muda Indonesia untuk berkembang dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan ekonomi nasional. Hal tersebut disampaikan seiring komitmen pemerintah yang terus mendorong program hilirisasi dan industrialisasi sebagai fondasi transformasi ekonomi Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).

Menurut Presiden, kebijakan hilirisasi akan memastikan berbagai komoditas unggulan Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah melalui industri dalam negeri. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha yang lebih luas bagi generasi pengusaha muda Indonesia.

“Yang paling penting kita akan melakukan industrialisasi, industrialisasi, kita akan melaksanakan industrialisasi melalui hilirisasi. Semua komoditas kita, akan kita olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia. Ini kesempatan untuk pengusaha-pengusaha muda bangkit,” katanya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia harus mampu memanfaatkan kekuatan pasar domestiknya untuk mendorong kemajuan industri nasional. Menurutnya, sudah saatnya pelaku usaha dalam negeri menjadi aktor utama dalam memanfaatkan potensi ekonomi nasional.

“Kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita tidak mau. Pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri indonesia. Setelah 81 tahun merdeka kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri,” katanya.

Presiden juga mengajak para anggota Hipmi dan pengusaha muda untuk terus membangun optimisme serta semangat kebangsaan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi global. Ia menilai bahwa setiap tantangan selalu dapat diatasi melalui kerja keras, inovasi, dan persatuan.

Sebagai contoh, Prabowo menyebut Indonesia berhasil memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai dinamika global, termasuk gangguan yang terjadi pada jalur perdagangan internasional di kawasan Selat Hormuz.

Menurutnya, ketersediaan pangan merupakan faktor fundamental yang menentukan kekuatan dan keberlangsungan sebuah negara. Karena itu, keberhasilan menjaga produksi dan cadangan pangan nasional menjadi pencapaian yang sangat penting bagi Indonesia.

“Kita bersyukur kekuatan kita besar. Akan ada tantangan. Kita sekarang sudah swasembada pangan. Sudah swasembada pangan, jangan kau anggap pangan itu tidak penting. Tanpa pangan tidak ada republik mana pun di dunia ini. Tidak ada negara tanpa pangan. Banyak negara sekarang dalam keadaan panik. Mereka sulit cari makan. PBB sudah warning tahun ini akan ada kelaparan besar-besaran. Kita alhamdulillah kuat,” katanya.

Selain sektor pangan, pemerintah juga terus mempercepat langkah menuju kemandirian energi nasional. Presiden menyampaikan bahwa berbagai program strategis sedang dijalankan untuk memperkuat sektor energi sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan energinya secara mandiri.

Prabowo optimistis target swasembada energi dapat dicapai dalam beberapa tahun ke depan. Setelah ketahanan pangan dan energi semakin kuat, pemerintah akan melanjutkan percepatan industrialisasi nasional berbasis hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dan memperluas lapangan kerja.

“Kita menuju swasembada energi. Kita sedang bekerja keras. Perhitungan kita 3 tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi,” tegasnya.

Melalui strategi hilirisasi, industrialisasi, swasembada pangan, dan swasembada energi, pemerintah berharap Indonesia mampu menjadi negara yang lebih mandiri, berdaya saing tinggi, serta memberikan peluang yang lebih besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − six =