Suara Bersama

Pemerintah dan DPR Dorong Klarifikasi Terbuka Terkait Penataan SDM Tokopedia

Suarabersama – Pemerintah dan DPR RI mendorong klarifikasi terbuka terkait proses penataan sumber daya manusia di Tokopedia guna menjaga kepastian informasi bagi pekerja dan masyarakat.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya akan mengecek kembali fakta-fakta yang berkembang terkait isu PHK di Tokopedia, termasuk persoalan kompensasi yang diterima sebagian pekerja.

Sebagai tindak lanjut, Dasco memfasilitasi dialog yang menghadirkan perwakilan TikTok di China, TikTok Indonesia, manajemen Tokopedia, serta Menteri Ketenagakerjaan. Forum tersebut menjadi ruang komunikasi untuk menyamakan pemahaman mengenai proses penataan tenaga kerja di perusahaan.

“Kami mengundang perwakilan TikTok di China maupun TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia. Bersama Bapak Menteri Tenaga Kerja, kami melakukan dialog untuk mendapatkan penjelasan yang lebih jelas,” kata Dasco.

Manajemen Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia melalui Stephanie Susilo menjelaskan bahwa perusahaan tidak melakukan pemutusan hubungan kerja. Penataan yang berlangsung disebut sebagai internal mobility dan penyesuaian organisasi di dalam grup bisnis TikTok dan Tokopedia.

Dalam program tersebut, beberapa karyawan memilih mengambil paket kompensasi dan melanjutkan karier di luar perusahaan atau di unit usaha lain dalam ekosistem TikTok dan Tokopedia. Perusahaan juga membuka lebih dari 100 lowongan kerja baru di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan bisnis.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menilai penataan tersebut dapat menjadi peluang bagi pekerja untuk tetap berkarya di berbagai lini usaha dalam grup TikTok dan Tokopedia. Hal ini mencerminkan upaya perusahaan untuk menjaga kesinambungan karier pekerja di tengah dinamika industri digital.

Langkah klarifikasi dan dialog terbuka ini diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik, menciptakan hubungan industrial yang harmonis, serta mendukung pertumbuhan ekosistem digital yang sehat dan berkelanjutan di Indonesia.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × 2 =