Suara Bersama

Pelatihan Adat di Payakumbuh Jadi Langkah Strategis Menjaga Jati Diri Generasi Muda

Suarabersama – Upaya pelestarian adat terus menjadi perhatian Pemerintah Kota Payakumbuh sebagai bagian dari pembangunan karakter generasi muda. Melalui pelatihan adat yang melibatkan perwakilan dari 10 nagari, pemerintah daerah berupaya menanamkan nilai-nilai budaya Minangkabau agar tetap hidup dan relevan di era modern.

Kegiatan Pelatihan Adat Tingkat Kota Payakumbuh dengan tema “Rang Mudo Mengawal Peradaban” menjadi sarana pembelajaran bagi generasi muda untuk memahami filosofi adat, etika sosial, dan tanggung jawab mereka dalam menjaga warisan budaya.

Asisten I Setdako Payakumbuh, Nofriwandi, menegaskan bahwa pelestarian adat harus dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah, lembaga adat, tokoh masyarakat, dan generasi muda.

“Pelestarian budaya tidak cukup hanya menjaga tradisi seremonial, tetapi juga memastikan nilai-nilai adat menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menambahkan bahwa falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah menjadi dasar penting dalam membentuk etika, sopan santun, dan kepribadian generasi muda. Melalui pemahaman nilai-nilai tersebut, generasi penerus diharapkan mampu menghadapi tantangan zaman dengan tetap berpegang pada identitas budayanya.

Pelatihan ini juga menekankan pentingnya Kato Nan Ampek sebagai pedoman tata krama dalam berkomunikasi, serta Sumbang Duo Baleh sebagai panduan perilaku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut dinilai mampu memperkuat persatuan masyarakat dan membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

Pemerintah Kota Payakumbuh memandang perkembangan teknologi digital dan globalisasi sebagai peluang untuk memperkenalkan adat, seni, dan budaya Minangkabau kepada masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, generasi muda didorong untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana pelestarian budaya.

Dengan semangat kebersamaan “Barek samo dipikua, ringan samo dijinjiang”, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cakap dalam menghadapi perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kebanggaan terhadap jati diri budaya Minangkabau.(*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 3 =