Suara Bersama

Airlangga: Catatan MSCI Jadi Momentum Percepat Reformasi Pasar Modal Indonesia

Suarabersama.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai evaluasi yang diberikan MSCI terhadap pasar modal Indonesia harus dijadikan momentum untuk mempercepat berbagai agenda reformasi di sektor keuangan. Menurutnya, hasil kajian lembaga indeks global tersebut menunjukkan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional dan akses pasar Indonesia masih mendapatkan penilaian positif dari investor internasional.

“Catatan MSCI justru menegaskan fundamental ekonomi dan akses pasar Indonesia tetap kuat. Yang menjadi perhatian adalah aspek transparansi dan integritas pasar, dan di sinilah pemerintah bersama OJK dan BEI telah dan terus melakukan reformasi secara konkret,” ujar Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (20/6/2026).

Dalam laporan MSCI 2026 Global Market Accessibility Review yang dipublikasikan pada 18 Juni 2026 waktu setempat, Indonesia tetap dipertahankan dalam kategori emerging market. Meski demikian, MSCI menurunkan penilaian pada aspek information flow atau arus informasi dari status positif menjadi negatif.

Lembaga tersebut menilai bahwa akses pasar Indonesia, ukuran pasar, serta tingkat likuiditas masih berada pada level yang memadai. Selain itu, tidak ditemukan persoalan terkait pembatasan kepemilikan asing yang menjadi perhatian utama dalam proses evaluasi tahun ini.

Airlangga menjelaskan bahwa sejumlah catatan yang disampaikan MSCI sejalan dengan berbagai langkah reformasi yang saat ini tengah dijalankan pemerintah bersama regulator dan pelaku pasar. Upaya tersebut mencakup peningkatan ketentuan free float, penguatan transparansi pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner atau UBO), keterbukaan informasi pemegang saham dengan kepemilikan lebih dari satu persen, hingga pendalaman pasar modal nasional.

“Kami optimistis Indonesia tetap berada pada jalur emerging market dan pemerintah berkomitmen menuntaskan agenda reformasi ini untuk menjaga kepercayaan investor,” katanya.

Pemerintah meyakini bahwa penguatan tata kelola, peningkatan transparansi, dan perbaikan integritas pasar akan semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia. Dengan berbagai reformasi yang terus berjalan, Indonesia diharapkan mampu mempertahankan kepercayaan investor global sekaligus meningkatkan kualitas pasar keuangan nasional secara berkelanjutan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three + 1 =