JAKARTA, suarabersama.com – Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pembangunan Papua terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pemerintah mempercepat pemerataan kesejahteraan di wilayah paling timur Indonesia. Peran TNI kini tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga menyentuh sektor pangan, pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui berbagai program teritorial, prajurit TNI hadir mendampingi masyarakat di daerah pedalaman yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur dan pelayanan publik. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua.
Salah satu fokus utama adalah penguatan ketahanan pangan. TNI aktif membantu masyarakat mengembangkan sektor pertanian dan peternakan berbasis potensi lokal guna mendorong kemandirian ekonomi warga.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan saat Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin meninjau program pembinaan masyarakat di Yonif Teritorial Pembangunan 808/Mbaham Matta, Papua Barat. Dalam kunjungannya, Menhan melihat langsung berbagai kegiatan yang dijalankan prajurit, mulai dari pengembangan pertanian hingga pendampingan sosial bagi masyarakat sekitar.
Menurut Sjafrie, keterlibatan TNI dalam program ketahanan pangan menjadi langkah strategis untuk mempercepat pembangunan Papua secara berkelanjutan. Ia menilai prajurit harus mampu menjadi penggerak pembangunan melalui program-program yang memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Pendampingan yang dilakukan TNI dinilai telah membantu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat. Di sejumlah wilayah penugasan, prajurit mendukung pengelolaan lahan pertanian, pengembangan peternakan, serta pemanfaatan sumber daya alam yang sebelumnya belum dimaksimalkan.
Selain sektor ekonomi, TNI juga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Papua. Melalui Satgas Koops TNI Habema, berbagai sekolah di wilayah pedalaman direnovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para siswa.
Perbaikan dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Distrik Homeyo, Merauke, dan Jayapura. Kegiatan meliputi pengecatan ruang kelas, perbaikan meja dan kursi, hingga penataan lingkungan sekolah agar lebih nyaman digunakan dalam proses belajar mengajar.
Komandan Satgas Teritorial Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan menegaskan bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Papua. Karena itu, peningkatan fasilitas pendidikan menjadi bagian penting dalam mencetak generasi muda yang berkualitas dan berdaya saing.
Di bidang kesehatan, TNI juga menghadirkan layanan medis gratis melalui Satgas Pamtas RI–PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti. Program jemput bola tersebut memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kampung Ukuneri, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pengecekan tekanan darah, pemeriksaan mata, pemberian obat-obatan, hingga edukasi mengenai pola hidup sehat. Kehadiran layanan tersebut membantu masyarakat pedalaman yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap fasilitas kesehatan.
Komandan Satgas Yonif 136/Tuah Sakti, Letkol Inf Yudi Satria Prabowo, mengatakan pengabdian prajurit harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan TNI di Papua tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan warga.
Berbagai program yang dijalankan menunjukkan bahwa pembangunan Papua tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Papua yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (kls)



