Suarabersama.com – Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait ledakan yang diduga berasal dari bom sisa Perang Dunia II di kawasan kompleks perikanan, Jalan Wolter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua. Hingga Senin (1/6/2026), peristiwa tersebut mengakibatkan lima warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Selain korban jiwa, ledakan juga menyebabkan 19 warga mengalami luka ringan dan memaksa sedikitnya 55 warga mengungsi demi keselamatan.
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan yang terjadi. Saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan dari saksi-saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.
“Kami belum bisa menyimpulkan ke arah itu. Namun masih ada dugaan seperti itu berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan,” ujar AKBP Ari.
Menurutnya, aparat telah memasang garis polisi di area ledakan untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi yang masih berpotensi membahayakan. Langkah pengamanan dilakukan bersama unsur TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
“Kami sudah memasang garis polisi dan mengamankan tempat kejadian perkara. Pengamanan dilakukan bersama unsur TNI-Polri dan instansi terkait,” katanya.
Pengamanan akan terus dilakukan hingga proses penyelidikan serta sterilisasi lokasi dinyatakan selesai dan aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan korban, evakuasi warga terdampak, serta memastikan kondisi lokasi benar-benar aman sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian,” ujarnya.
Untuk mendukung proses pengamanan, Polda Papua mengerahkan 15 personel Gegana Brimob ke Biak. Tim tersebut bertugas melakukan penyisiran menyeluruh guna memastikan tidak ada lagi material peledak yang tersisa di sekitar lokasi.
“Fokus adalah pengamanan TKP, jangan sampai masih ada barang-barang lain yang membahayakan baik petugas maupun masyarakat,” kata Kombes Cahyo.
Di sisi lain, aparat gabungan masih melanjutkan upaya pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan. Proses pencarian dilakukan bersamaan dengan pemeriksaan dan sterilisasi area yang hingga kini belum sepenuhnya dinyatakan aman.
Pemerintah daerah juga menyatakan kesiapan untuk membantu proses pemakaman lima korban meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berjalan untuk mengungkap sumber ledakan, merekonstruksi kronologi kejadian, serta memastikan ada atau tidaknya faktor lain yang turut menyebabkan tragedi tersebut. (*)



