Jakarta, Suarabersama.com – Masyarakat Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas keamanan menjelang peringatan Hari Integrasi Papua ke dalam NKRI pada 1 Mei 2026. Situasi wilayah dilaporkan tetap aman dan kondusif, mencerminkan kesadaran kolektif warga dalam menjaga ketertiban.
Kepala Distrik Bibida yang juga tokoh masyarakat setempat, Jairus Zonggonau, menegaskan bahwa kondisi di wilayahnya terkendali tanpa adanya indikasi mobilisasi massa. Ia menyebut masyarakat lebih memilih menjalankan aktivitas sehari-hari secara normal dibanding melakukan aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Sampai saat ini belum ada rencana aksi, masyarakat di sini umumnya tetap beraktivitas normal,” ujar Jairus pada Selasa (28/4/2026).
Ia juga menekankan bahwa tanggal 1 Mei memiliki nilai historis penting sebagai simbol persatuan Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurutnya, pemahaman yang utuh terhadap sejarah integrasi menjadi hal krusial agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang tidak benar.
“Momentum 1 Mei ini juga menjadi pengingat bahwa Papua merupakan bagian dari NKRI,” tegasnya.
Lebih lanjut, Jairus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan kedamaian dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berpotensi memecah belah. Ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam membimbing generasi muda agar tetap berada pada jalur yang positif dan tidak terlibat dalam tindakan melanggar hukum.
“Saya imbau masyarakat agar hidup damai, tidak terprovokasi, dan tetap menjaga kebersamaan di Kabupaten Paniai,” imbaunya.
Melalui langkah antisipatif tersebut, pemerintah Distrik Bibida berharap stabilitas keamanan di wilayah Paniai dapat terus terjaga, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan dengan baik tanpa gangguan.
“Intinya sesadaran kolektif warga menjadi kunci utama dalam menangkal potensi gangguan ketertiban masyarakat di wilayah Paniai,” tandasnya. (*)



