Suara Bersama

Wamenag: Penguatan Keluarga Penting untuk Perkuat Ketahanan Bangsa

BOGOR, suarabersama.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i menegaskan keluarga memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan bangsa di tengah berbagai tantangan sosial. Salah satu upaya yang tengah disiapkan pemerintah adalah penguatan pendidikan keluarga melalui penyusunan materi pembelajaran mengenai nilai-nilai kehidupan berkeluarga dan karakter bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Romo saat menghadiri kegiatan nikah massal bagi 50 pasangan pengantin di Masjid Agung Baitul Faizin, Bogor, Sabtu (18/7/2026).

Menurutnya, Kementerian Agama sedang menyusun materi edukasi yang akan diintegrasikan ke dalam kurikulum pendidikan sebagai bagian dari penguatan karakter peserta didik sejak dini. Materi tersebut juga mencakup pandangan pemerintah mengenai berbagai tantangan sosial yang dinilai dapat memengaruhi ketahanan keluarga.

Romo menilai keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun masyarakat yang kuat. Karena itu, pendidikan mengenai nilai-nilai keluarga perlu diberikan sejak jenjang sekolah agar generasi muda memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan berumah tangga dan tanggung jawab sosial.

Selain penguatan melalui jalur pendidikan, ia menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) tengah menyiapkan naskah akademik sebagai dasar penyusunan regulasi yang berkaitan dengan isu LGBTQ. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan kehidupan bermasyarakat.

Dalam kesempatan itu, Romo juga mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar prosesi seremonial, melainkan ikatan suci yang menjadi dasar lahirnya keluarga harmonis dan generasi penerus bangsa.

Ia menyebut pernikahan sebagai ibadah yang berlangsung sepanjang kehidupan dan memiliki peran penting dalam menciptakan ketenteraman, menjaga martabat manusia, serta membangun lingkungan keluarga yang sehat.

Romo menambahkan, pembangunan nasional tidak hanya bergantung pada kemajuan ekonomi maupun infrastruktur, tetapi juga pada kualitas keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Karena itu, pembinaan keluarga, pendidikan karakter, dan pelayanan pernikahan harus berjalan seiring untuk memperkuat fondasi kehidupan berbangsa. Menurutnya, keluarga yang kokoh akan menjadi modal penting dalam menjaga persatuan, stabilitas sosial, dan keberlanjutan pembangunan nasional. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + eighteen =