Suara Bersama

Wamenag Minta Kasus Bom Rakitan di MAN 3 Padang Tak Disimpulkan Terburu-buru

JAKARTA, suarabersama.com – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo R. Muhammad Syafi’i meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait kasus ledakan bom rakitan di MAN 3 Padang, Sumatera Barat. Menurutnya, penyebab pasti insiden tersebut harus menunggu hasil penyelidikan aparat penegak hukum.

Syafi’i mengatakan pengalaman pada kasus serupa di SMAN 72 Jakarta menunjukkan bahwa tindakan pelaku dipengaruhi persoalan psikologis. Karena itu, ia menduga aspek serupa juga perlu didalami dalam peristiwa di MAN 3 Padang.

“Ada persoalan psikologi yang dialami pelaku sehingga kemudian nekat melakukan tindakan seperti itu,” ujar Syafi’i di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Ia menilai persoalan kesehatan mental, perundungan, dan keamanan lingkungan pendidikan harus menjadi perhatian bersama. Pemerintah, kata dia, telah bersepakat membangun ruang yang lebih aman bagi anak, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan publik dan ruang digital.

Untuk mendukung upaya tersebut, sejumlah kementerian di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) akan membentuk satuan tugas (Satgas) yang fokus menangani persoalan tersebut.

Menurut Syafi’i, Satgas nantinya bertugas memperkuat langkah pencegahan agar kasus serupa tidak terulang, sekaligus memberikan pendampingan kepada korban perundungan.

Apabila kasus telah memasuki ranah pidana, pemerintah juga akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar setiap pelaku perundungan diproses sesuai ketentuan hukum berdasarkan unsur kesalahan yang dapat dibuktikan.

Selain itu, Satgas akan bekerja sama dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan pendampingan kepada korban yang selama ini enggan melapor. Pendampingan juga akan diberikan kepada pelaku agar dapat mengungkap seluruh pengalaman yang melatarbelakangi tindakannya.

Sebelumnya, polisi mengamankan seorang pelajar berinisial R (17) yang diduga membawa bom rakitan yang meledak di MAN 3 Padang pada Selasa (14/7). Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga nekat melakukan aksinya karena mengaku menjadi korban perundungan di sekolah.

Densus 88 Antiteror Polri juga mengungkap pelaku mempelajari cara merakit bahan peledak melalui internet dan mengaku terinspirasi oleh kasus ledakan bom di SMAN 72 Jakarta pada 2025. Namun, aparat menegaskan motif maupun seluruh pengakuan pelaku masih terus didalami sebagai bagian dari proses penyidikan. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − seven =