Suarabersama.com – TNI kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan wilayah Papua Tengah dengan membangun Jembatan Garuda di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Komandan Kodim 1705/Nabire Letkol Arh Dwi Palwanto menjelaskan bahwa Jembatan Garuda di Kampung Kimi merupakan jembatan ketiga yang dibangun TNI di wilayah Nabire. Sebelumnya, proyek serupa telah direalisasikan di kawasan Waroki dan Girimulyo.
“Jembatan Garuda yang saat ini dibangun di Kampung Kimi menjadi yang ketiga setelah proyek serupa di Waroki dan Girimulyo,” ujar Dwi Palwanto di Nabire, Kamis.
Menurutnya, jembatan tersebut menggunakan teknologi Armco, yakni konstruksi berbahan pipa baja bergelombang yang dirakit terlebih dahulu sebelum dikirim ke lokasi pemasangan. Material jembatan telah dipersiapkan di Jakarta dan kemudian didistribusikan ke Papua Tengah untuk mempercepat proses pembangunan.
Pengerjaan jembatan ditargetkan selesai dalam waktu 35 hari. Namun, TNI optimistis proyek tersebut dapat rampung lebih cepat mengingat seluruh material sudah tersedia dan metode konstruksinya relatif lebih sederhana dibandingkan pembangunan jembatan permanen berbahan beton.
Pembangunan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat Kampung Kimi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian proyek sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.
Sementara itu, Komandan Korem 173/Praja Vira Braja Brigjen TNI Vivin Alivianto menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari upaya TNI membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses infrastruktur.
Menurut Vivin, pembangunan jembatan berskala kecil seperti ini sering kali menjadi kebutuhan mendesak masyarakat, meskipun belum selalu menjadi prioritas pembangunan daerah.
“Kami ingin memastikan masyarakat di wilayah kampung juga dapat merasakan manfaat pembangunan infrastruktur. Kehadiran jembatan ini diharapkan memudahkan aktivitas sehari-hari sekaligus meningkatkan perekonomian warga,” katanya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, infrastruktur yang baik akan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“TNI hadir untuk membantu rakyat. Harapan kami, jembatan ini dapat membuka peluang ekonomi yang lebih besar dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Bupati Nabire Burhanuddin Pawennari menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda tersebut. Ia menilai kehadiran jembatan sangat dibutuhkan warga yang selama ini harus menyeberangi sungai untuk bersekolah, bekerja, maupun membawa hasil pertanian ke pusat kota.
Burhanuddin mengungkapkan, pada musim hujan kondisi sungai sering menjadi kendala karena debit air meningkat sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak sekolah yang harus melepas alas kaki dan pakaian saat menyeberang.
“Jembatan ini akan sangat membantu masyarakat. Selain mempermudah mobilitas warga, akses pengangkutan hasil kebun menuju pasar juga akan menjadi lebih lancar,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Nabire juga memberikan apresiasi atas kontribusi TNI dalam membantu pembangunan infrastruktur di daerah. Menurut Burhanuddin, dukungan tersebut sangat berarti mengingat pembangunan jalan dan jembatan selama ini umumnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah.
Ia berharap program pembangunan serupa dapat terus dilanjutkan sehingga semakin banyak masyarakat di wilayah terpencil yang merasakan manfaat pembangunan dan memperoleh akses yang lebih baik terhadap layanan pendidikan, ekonomi, maupun sosial.



