Suarabersama– Pemerintah memperkuat penanganan stunting dengan memberikan perhatian pada peningkatan kualitas kader di tingkat desa. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) mendorong agar Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan kader posyandu terus mendapatkan pelatihan serta pembinaan sehingga mampu mendukung program pencegahan dan percepatan penurunan stunting.
Direktur Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan Kemendes PDT Andrey Ikhsan Lubis mengatakan peningkatan kapasitas kader merupakan bagian penting dalam memperkuat pelaksanaan program stunting di desa.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan coaching clinic mengenai pencegahan dan percepatan penurunan stunting di desa yang diikuti secara daring dari Jakarta, Kamis (3/9/2026).
Andrey menegaskan bahwa desa harus memiliki kader yang terlatih untuk menjalankan modul terpadu pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Kualitas para kader juga perlu diperbarui secara berkala agar kemampuan mereka tetap sesuai dengan kebutuhan program.
Pembinaan Berkelanjutan
Kemendes PDT melihat peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Kader yang terlibat dalam program stunting perlu mendapatkan pembinaan dan penguatan secara berkala.
Pola pembinaan tersebut penting karena kader merupakan bagian dari pelaksana program yang berinteraksi langsung dengan masyarakat. Dengan kemampuan yang terus ditingkatkan, kader diharapkan dapat menjalankan perannya dengan lebih baik dalam mendukung berbagai upaya pencegahan stunting di tingkat desa.
Pemerintah melalui Kemendes PDT juga terus berupaya menghadirkan kegiatan yang dapat memperkuat kemampuan para kader. Coaching clinic menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan kepada kader di lapangan.
Fokus pada Percepatan
Menurut Andrey, pelaksanaan coaching clinic dilakukan setelah Kemendes PDT melihat perlunya penguatan terhadap kader-kader yang berada di lapangan. Meskipun kegiatan tersebut masuk dalam jadwal tahunan pada bagian akhir, pemerintah tetap memutuskan untuk melaksanakannya sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan penurunan angka stunting.
Langkah tersebut memperlihatkan pentingnya evaluasi dan respons terhadap kondisi pelaksanaan program. Pemerintah tidak hanya menyusun kebijakan, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kesiapan sumber daya manusia yang menjadi pelaksana di tingkat masyarakat.
Dengan memperkuat kapasitas kader, pemerintah berupaya memastikan kebijakan pencegahan stunting dapat diterjemahkan menjadi kegiatan yang konkret di desa.
Desa sebagai Basis Pembangunan Manusia
Penguatan kader stunting juga memperlihatkan pentingnya desa sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia nasional. Program penurunan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar intervensi dapat berjalan secara berkelanjutan.
KPM dan kader posyandu menjadi bagian dari unsur yang dapat membantu pemerintah dalam menjalankan program di tingkat masyarakat. Karena itu, peningkatan kapasitas mereka menjadi investasi penting dalam memperkuat pelaksanaan kebijakan pemerintah.
Komitmen Kemendes PDT untuk terus memberikan penguatan kepada kader menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga kesinambungan program pencegahan stunting dari tingkat pusat hingga desa.
Melalui pembinaan yang konsisten, peningkatan keterampilan kader, serta penguatan pelaksanaan program di tingkat desa, pemerintah terus mendorong percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

