Jakarta, suarabersama.com – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan keamanan wilayah udara Indonesia menjadi prioritas utama pemerintah. Menurutnya, kedaulatan negara tidak bisa ditawar dalam kondisi apa pun.
“Langit Indonesia harus aman, kedaulatan tidak bisa ditawar,” ujar Teddy usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) kepada TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Teddy mengatakan penguatan pertahanan udara dilakukan sebagai bagian dari modernisasi alutsista nasional yang telah dimulai sejak Prabowo menjabat Menteri Pertahanan dan kini dilanjutkan dalam kapasitasnya sebagai Presiden RI.
Pemerintah menyerahkan sejumlah alutsista strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan udara nasional. Di antaranya enam pesawat tempur multiperan Dassault Rafale buatan Prancis, dua pesawat angkut dan tanker Airbus A-400M, serta enam jet transport Dassault Falcon 8X.
Selain itu, pemerintah juga menyerahkan radar Ground Control Interceptor (GCI) Thales, rudal udara jarak jauh Meteor, hingga smart bomb Hammer produksi industri pertahanan Eropa.
Menurut Teddy, kehadiran berbagai sistem pertahanan tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kekuatan udara Indonesia yang lebih modern dan terintegrasi.
“Ini bagian dari strategi memperkuat postur pertahanan nasional secara menyeluruh,” katanya.
Dalam seremoni penyerahan alutsista, Presiden Prabowo secara simbolis meresmikan Skadron Udara 12 dengan membuka tirai logo pada badan pesawat Rafale. Kepala negara juga melakukan prosesi penyiraman air ke badan pesawat sebelum menyerahkan kunci pesawat kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Presiden sebelumnya menegaskan Indonesia tidak memiliki kepentingan lain selain menjaga wilayah dan melindungi kedaulatan negara. (kls)



