Suarabersama.com – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa program Magang Nasional (MagangHub) menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk mempercepat penyerapan lulusan baru perguruan tinggi ke dunia kerja profesional.
“Program ini juga merupakan jembatan nyata bagi mahasiswa yang baru lulus kuliah untuk dapat langsung bekerja dan langsung dapat memperoleh penghasilan,” kata Seskab Teddy dalam konferensi pers di Jakarta, Senin.
Menurut Teddy, sektor ketenagakerjaan masih menjadi tantangan yang perlu terus dibenahi, terutama dalam menciptakan peluang agar angkatan kerja muda dapat segera memperoleh pengalaman dan memasuki dunia industri setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan bahwa penyelenggaraan Program Magang Nasional yang telah dimulai sejak tahun lalu merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna menjawab tantangan tersebut.
“Jadi intinya adalah mahasiswa-mahasiswa yang sudah lulus kuliah, khususnya S1, itu bisa langsung magang-bekerja selama enam bulan,” kata Teddy.
Program tersebut tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menawarkan insentif finansial yang disesuaikan dengan ketentuan daerah tempat peserta bekerja.
“Kemudian mendapatkan penghasilan (uang saku) yang signifikan, di antara Rp3,5 juta sampai bahkan ada yang Rp6 juta, tergantung lokasi mereka bekerja, karena sesuai upah minimum kabupaten/kota tempat mereka bekerja,” imbuhnya.
Seskab Teddy menilai pelaksanaan Magang Nasional angkatan pertama pada tahun 2025 memperoleh respons yang sangat positif dari kalangan lulusan perguruan tinggi. Tingginya minat peserta menjadi salah satu pertimbangan pemerintah untuk memperluas kapasitas program pada tahun ini.
Sebagai tindak lanjut, kuota peserta Magang Nasional 2026 resmi ditingkatkan menjadi 150 ribu orang. Program tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada awal Agustus 2026 sehingga semakin banyak lulusan baru memperoleh kesempatan memasuki dunia kerja melalui jalur magang.
“Jadi mudah-mudahan program ini akan semakin besar, karena tahun lalu (kuota peserta) 100 ribu (orang) dan tahun ini 150 ribu (orang), bisa langsung dirasakan oleh para alumni-alumni universitas,” ujar Seskab Teddy.
Untuk pelaksanaan tahap pertama (batch I), pemerintah menetapkan kuota sebanyak 50 ribu peserta. Pendaftaran bagi calon peserta akan dibuka pada periode 15 hingga 28 Juli 2026.
Di sisi lain, perusahaan yang berminat menjadi mitra industri masih memiliki kesempatan mendaftarkan diri hingga 15 Juli. Setelah melakukan registrasi, perusahaan akan mengikuti proses verifikasi sebelum ditetapkan sebagai mitra resmi penyelenggara Magang Nasional 2026.
Setelah masa pendaftaran peserta berakhir pada 28 Juli, proses verifikasi dan seleksi calon peserta akan dilaksanakan mulai 29 Juli hingga 5 Agustus. Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos akan diumumkan pada 7 Agustus, sedangkan pelaksanaan Magang Nasional 2026 Batch I secara resmi dimulai pada 10 Agustus.
Melalui perluasan kuota dan keterlibatan lebih banyak mitra industri, pemerintah berharap Program Magang Nasional 2026 dapat menjadi solusi dalam meningkatkan kompetensi lulusan perguruan tinggi, memperluas kesempatan kerja, sekaligus mendukung penurunan tingkat pengangguran di kalangan usia produktif. (*)



