Jakarta,Suarabersama.com – Asosiasi Pertambangan Warga Nusantara (APWNU) menegaskan komitmennya untuk mempercepat transformasi ekonomi digital dan pengembangan investasi hijau di Indonesia. Langkah ini ditandai dengan peluncuran mata uang kripto komunitas bernama NUSA Token serta penandatanganan kerja sama strategis dengan sejumlah investor sektor energi bersih.
Sekretaris Jenderal APWNU, Joko Suprianto, menjelaskan bahwa memasuki usia kedua, organisasi yang dipimpinnya fokus pada penguatan ekosistem ekonomi baru yang adaptif terhadap kemajuan teknologi. Kehadiran NUSA Token dirancang khusus sebagai instrumen digital untuk memperkuat transaksi dan kemandirian ekonomi berbasis komunitas.
Dua tahun perjalanan APWNU merupakan bukti bahwa kolaborasi dan gotong royong dapat melahirkan berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui momentum Harlah ke-2 ini, kami meluncurkan inisiatif baru berskala nasional untuk menjawab tantangan zaman lewat inovasi dan digitalisasi,” ujar Joko dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Selain token digital, APWNU juga meluncurkan tiga program nasional lainnya di tahun 2026 ini, yaitu Hajj TV yang merupakan media informasi, edukasi, dan dakwah berbasis digital. Lalu, perpustakaan digital APWNU yang menjadi fasilitas literasi untuk memperluas akses pengetahuan masyarakat luas.
Kemudian, buku “Obah Mamah” yang merupakan karya literatur inspiratif yang mengangkat nilai-nilai pemberdayaan ekonomi umat dan keteladanan.
Guna memperkuat sektor riil, APWNU melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan tujuh mitra strategis sekaligus. Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) bersama PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia untuk mendukung program transisi energi bersih nasional.
Adapun, tujuh mitra strategis yang menjalin kolaborasi dengan APWNU, PT Vgreen Global Charging Station Investment Indonesia, PT Mekar Asta Nusantara, Green Research Investment, PT Titisan Batara Sakti, PT Media Sembilan Bintang Nusantara, PT Nusantara Loka Mandiri, dan Pengusaha Nasional H. Slamet.
Joko optimistis, melalui integrasi antara sektor investasi hijau, penguatan media, dan teknologi finansial ini, APWNU dapat memberikan kontribusi yang jauh lebih besar terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kami yakin kolaborasi yang semakin kuat ini dapat menciptakan peluang-peluang baru yang produktif dan berkelanjutan. Harlah ke-2 ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari langkah yang lebih besar menuju masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Joko. (H-2)



