Suarabersama.com – Guru Besar UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi Prof Mukhtar Latief menilai derasnya perkembangan digitalisasi dan media sosial mulai memengaruhi lunturnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Menurut dia, kemajuan teknologi saat ini membuat anak-anak hidup di era tanpa batas atau borderless sehingga berbagai informasi dan ideologi global dapat diakses dengan mudah.
Ia menyebut kondisi tersebut membuat penguatan pendidikan karakter serta nilai kebangsaan perlu kembali dipertegas melalui sistem pendidikan nasional.
“Anak-anak kita sudah hidup di dunia global. untuk paham bagaimana komunis, , liberalis, mereka tinggal buka AI, mereka dapat informasi.”,ujarnya dalam dialog interaktif di RRI Jambi, Rabu 20 Mei 2026.
Prof Mukhtar menilai materi pembelajaran terkait ideologi Pancasila dan pendidikan karakter saat ini tidak lagi diberikan secara intensif seperti pada masa sebelumnya. Dampaknya, sebagian generasi muda mulai kehilangan pemahaman mengenai nilai persatuan, nasionalisme, serta identitas kebangsaan.
Ia juga menyoroti perubahan perilaku anak akibat pengaruh media sosial dan perkembangan teknologi digital. Menurutnya, generasi muda saat ini cenderung memiliki pola hidup yang serba bergantung pada perangkat digital, sulit berkonsentrasi, dan menunjukkan karakter yang lebih mekanis.
“Anak-anak kita hari ini hidup seakan-akan robotik. HP di atas segala-galanya.”ujarnya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Prof Mukhtar mendorong pemerintah agar memperkuat kurikulum pendidikan karakter sekaligus menghadirkan keteladanan nyata dari para pemimpin bangsa.



