Suara Bersama

Pemuda Jatim Gelar Flashmob di Surabaya, Ajak Masyarakat Waspadai Radikalisme di Kalangan Pelajar

Suarabersama.com – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat Jawa Timur menggelar aksi flashmob di sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS), Rabu (26/8) siang. Kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.00 hingga 17.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi publik mengenai kewaspadaan terhadap penyebaran paham Khilafah dan radikalisme yang dinilai mulai menyasar lingkungan pendidikan.

Para peserta mengenakan jas almamater, pakaian pelajar, serta atribut yang mencerminkan pemuda dan tokoh agama. Mereka secara bersama-sama membentangkan spanduk dan membagikan selebaran kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi.

Aksi yang dikoordinasikan oleh Rozak tersebut juga diisi dengan menyanyikan sejumlah lagu kebangsaan sebagai bentuk ekspresi kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam penyampaiannya, massa turut menyoroti fenomena True Crime Community (TCC) yang disebut berpotensi dimanfaatkan sebagai ruang penyebaran narasi kekerasan dan perekrutan kelompok ekstrem kepada anak-anak melalui platform digital.

Koordinator lapangan Abdur Rozaq mengatakan pola penyebaran paham radikal saat ini semakin berkembang dan memanfaatkan ruang digital yang dekat dengan aktivitas sehari-hari generasi muda.

“Ancaman radikalisme kini tidak lagi hanya lewat penyebaran tertutup, tapi sudah merambah ke ruang digital anak-anak kita melalui fenomena True Crime Community (TCC). Ini bukan sekadar tren media sosial biasa, melainkan pintu masuk doktrin kekerasan dan rekrutmen terorisme. Kami turun ke jalan hari ini untuk mengingatkan para orang tua, guru, dan masyarakat luas: jaga anak-anak kita dan tolak segala bentuk paham Khilafah. Pancasila dan UUD 1945 adalah harga mati!” tegas Ustad Dwi Agus di sela-sela kegiatan.

Selain menyampaikan kewaspadaan terhadap aktivitas di ruang digital, peserta juga membawa sejumlah pesan kepada masyarakat. Salah satunya mengingatkan mengenai status Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai organisasi yang telah dibubarkan pemerintah serta pentingnya mempertahankan Pancasila dan UUD 1945 sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Massa juga menyerukan penolakan terhadap aksi terorisme yang menggunakan simbol atau narasi keagamaan serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap pola perekrutan kelompok ekstrem melalui media sosial.

Orang tua dan pihak sekolah dinilai memiliki peran penting dalam memberikan pendampingan kepada anak, termasuk membangun komunikasi yang terbuka serta meningkatkan kemampuan mengenali konten atau ajakan yang mengarah pada ekstremisme kekerasan.

Meski diikuti sekitar 20 peserta, aksi flashmob tersebut berlangsung tertib dan damai. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Surabaya, khususnya orang tua dan tenaga pendidik, mengenai pentingnya membangun lingkungan yang aman sekaligus memperkuat ketahanan generasi muda dari pengaruh ekstremisme kekerasan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen − three =