PADANG, suarabersama.com – Kemunculan pesawat militer Amerika Serikat yang terpantau berputar di wilayah udara sekitar Kota Padang, Sumatera Barat, sempat menjadi perbincangan di media sosial. Namun, pihak TNI Angkatan Udara memastikan aktivitas tersebut bukan bagian dari operasi pengintaian.
Komandan Lanud Sutan Sjahrir Padang, Kolonel Nav Wahyu Bintoro, menjelaskan bahwa pesawat yang terlihat dalam data pelacakan penerbangan merupakan Lockheed C-130T Hercules milik Angkatan Laut Amerika Serikat yang sedang menjalani uji terbang atau test flight.
Menurut Wahyu, pesawat tersebut sebelumnya melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Minangkabau pada 25 Mei 2026 saat dalam perjalanan dari Singapura menuju Kolombo, Sri Lanka. Pendaratan dilakukan setelah pesawat mengalami kendala teknis di tengah penerbangan.
Selama berada di Padang, pesawat menjalani proses perbaikan sambil menunggu kedatangan suku cadang dari Amerika Serikat. Setelah perbaikan selesai, kru melakukan uji terbang untuk memastikan kondisi pesawat kembali layak beroperasi.
Ia menjelaskan bahwa pola penerbangan yang terlihat berputar-putar di udara merupakan bagian dari prosedur pengujian yang dilakukan di area yang telah ditentukan dan berada dalam pengawasan otoritas penerbangan Indonesia.
Setelah rangkaian pemeriksaan selesai dan hasilnya dinyatakan aman, pesawat kembali mendarat di Bandara Internasional Minangkabau.
Pihak Lanud menegaskan seluruh aktivitas pesawat tersebut berlangsung sesuai prosedur dan dalam koordinasi dengan otoritas terkait. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai adanya aktivitas intelijen atau pengintaian.
Selain itu, Wahyu menyebut pesawat tidak membawa muatan khusus selama berada di Padang. Setelah seluruh proses teknis rampung, pesawat diperkirakan akan melanjutkan penerbangannya menuju tujuan semula dalam waktu dekat.
Kehadiran pesawat militer asing tersebut dipastikan murni terkait penanganan keadaan darurat penerbangan dan proses pemulihan teknis sebelum kembali beroperasi. (kls)



