MANOKWARI, suarabersama.com – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, diharapkan tidak hanya menjadi ajang keagamaan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah.
Bupati Manokwari, Hermus Indou, mengatakan kegiatan yang berlangsung pada 18–28 Juni 2026 itu diperkirakan menghadirkan sekitar 8.000 peserta dan tamu dari 38 provinsi. Kehadiran ribuan orang tersebut dinilai menjadi peluang besar bagi pelaku usaha lokal, terutama sektor UMKM, perhotelan, restoran, dan jasa lainnya.
“Pemerintah telah mendorong lebih dari seribu pelaku UMKM binaan untuk memanfaatkan momentum ini guna meningkatkan pendapatan dan memperluas pasar produk lokal,” kata Hermus.
Menurutnya, kebutuhan konsumsi peserta selama kegiatan berlangsung akan menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari peternakan, pertanian, hingga perdagangan bahan pokok. Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan pasokan kebutuhan pangan tetap terjaga selama acara berlangsung.
Selain dampak ekonomi, Hermus menilai Pesparawi Nasional menjadi kesempatan untuk memperkenalkan wajah Papua yang ramah dan aman kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.
“Peserta yang datang dapat melihat langsung perkembangan Papua dan menyampaikan pengalaman positif mereka setelah kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, mengajak seluruh masyarakat Papua Barat ikut menyukseskan penyelenggaraan Pesparawi Nasional XIV. Ia menilai kepercayaan yang diberikan kepada Manokwari sebagai tuan rumah merupakan pengakuan atas posisi strategis daerah tersebut sebagai Kota Injil dan salah satu pusat sejarah peradaban Papua.
“Ini kehormatan besar bagi Papua Barat. Karena itu seluruh elemen masyarakat perlu memberikan dukungan agar kegiatan berjalan sukses,” kata Filep.
Di sisi lain, pelaku usaha lokal juga mulai bersiap menyambut kedatangan ribuan peserta. Salah satunya petani Kopi Arabika Kwaw, Samuel Mandacan, yang telah menyiapkan produk kopi khas Pegunungan Arfak untuk dipasarkan selama kegiatan berlangsung.
“Kopi Kwaw memiliki karakter rasa asam dan manis yang khas dan sudah memenuhi standar untuk dipromosikan lebih luas,” ujarnya.
Untuk menjamin kelancaran acara, Polda Papua Barat melalui Tim Quick Response dan Tim Sterilisasi Brimob telah melakukan pemeriksaan sejumlah lokasi perlombaan, jalur akses, area parkir, hingga jalur evakuasi darurat.
Pelaksana Tugas Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Gadug Kurniawan memastikan seluruh rangkaian pengamanan dilakukan secara maksimal agar Pesparawi Nasional XIV berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Pesparawi Nasional XIV tahun ini mengusung tema “Pesparawi Nasional Ramah Lingkungan”, sebagai wujud komitmen dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mempererat persatuan dan persaudaraan antarumat beragama di Indonesia. (kls)



