Suarabersama.com – Presiden Prabowo Subianto memberikan peringatan keras kepada seluruh mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara bertanggung jawab dan tidak menjadikannya sebagai sarana mencari keuntungan pribadi.
Dalam Konsolidasi Nasional Program MBG yang diselenggarakan Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6), Presiden menekankan bahwa program pemenuhan gizi masyarakat merupakan amanah yang tidak boleh disalahgunakan.
“Masalah makan ini masalah sakral. Makan bagi orang susah, tidak boleh jadi sarana memperkaya oknum-oknum. Makan paling gampang dikorupsi,” kata Prabowo.
Menurut Presiden, MBG memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka kekurangan gizi dan stunting yang masih ditemukan di sejumlah wilayah.
Prabowo menyoroti masih adanya daerah yang memiliki tingkat kekurangan gizi cukup tinggi, bahkan mencapai lebih dari 20 persen hingga mendekati 30 persen pada kelompok anak-anak.
Karena itu, pemerintah terus memperkuat sistem pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Pengawasan dilakukan dengan melibatkan berbagai lembaga, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), serta Kejaksaan Agung (Kejagung).
“Penegak hukum harus kita perkuat. Karena saya tidak mau NKRI dilecehkan, saya tidak mau bahwa Pemerintah Republik Indonesia tidak dihormati. Saya tidak mau uang rakyat dicuri dan tidak ada pengecualian,” kata Prabowo.
Presiden juga mengingatkan bahwa keberhasilan Program MBG sangat bergantung pada integritas para pelaksana di lapangan. Ia menegaskan bahwa setiap pihak yang terlibat harus bekerja dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat.
“(Memberi) makan ini pekerjaan yang mulia bagi kita dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Tapi, kalau kalian tidak mau bekerja dengan baik, kalian harus minggir, kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak mau, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan,” kata Prabowo.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan mitra SPPG yang telah bekerja menjalankan program MBG, termasuk mereka yang bertugas di daerah terpencil dan wilayah dengan tantangan geografis yang berat.
Prabowo menilai keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh dedikasi, disiplin, dan integritas para pelaksana yang bekerja langsung melayani masyarakat.
Oleh sebab itu, Presiden mengajak seluruh pihak yang terlibat untuk terus menjaga kualitas layanan, meningkatkan semangat pengabdian, dan selalu menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama.
Kegiatan konsolidasi nasional tersebut diikuti sekitar 12.173 peserta serta 5.873 mitra yang terlibat dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis di berbagai daerah di Indonesia. (*)



