Jakarta, suarabersama.com – Pemerintah menegaskan perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global akibat perubahan kebijakan perdagangan internasional dan gejolak ekonomi dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mempertahankan momentum pertumbuhan.
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah perundingan tarif dagang dengan Amerika Serikat pasca kebijakan tarif resiprokal. Menurut Airlangga, proses negosiasi telah berjalan dan ditargetkan rampung dalam 60 hari sesuai kesepakatan kedua negara.
Pemerintah Indonesia, kata dia, tidak hanya menyampaikan sikap diplomatik, tetapi juga mengajukan proposal konkret dengan semangat kerja sama bilateral yang adil dan saling menguntungkan.
Selain negosiasi dengan AS, pemerintah juga memperkuat strategi diversifikasi pasar ekspor untuk mengurangi dampak ketidakpastian global.
“Target kita memang memperluas pasar. Kalau episentrum gejolak ada di Amerika, maka kita mencari kawasan lain yang bisa dimasuki,” ujar Airlangga dalam keterangannya.
Indonesia disebut akan terus mengoptimalkan kerja sama internasional melalui berbagai forum perdagangan seperti Regional Comprehensive Economic Partnership, Comprehensive Economic Partnership Agreement Indonesia-Uni Eropa, dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership guna memperluas akses pasar ekspor di luar Amerika Serikat.
Di tengah tekanan global, ekonomi Indonesia pada Triwulan I-2025 tercatat tumbuh 4,87 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Pemerintah menilai capaian tersebut lebih baik dibanding sejumlah negara di kawasan ASEAN.
Pertumbuhan ekonomi ditopang konsumsi rumah tangga serta sektor produksi, terutama pertanian yang mencatat pertumbuhan hingga 10,52 persen.
Selain itu, pemerintah juga mencatat penciptaan 594.104 lapangan kerja baru pada kuartal pertama 2025 yang berasal dari investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA).
Airlangga menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia masih mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja meski situasi global belum stabil. (kls)



