Jayapura, suarabersama.com — Komnas HAM Perwakilan Papua memberikan apresiasi terhadap pola pengamanan aparat dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di Jayapura, Senin.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey, menilai pendekatan aparat kini lebih humanis dengan mengedepankan dialog dibanding tindakan represif. Ia menyebut perubahan ini sebagai langkah positif yang perlu dipertahankan ke depan.
“Pendekatan yang lebih lunak dan komunikatif ini menjadi kemajuan dalam pengelolaan aksi di lapangan,” ujarnya.
Selain itu, Komnas HAM juga mengapresiasi langkah Polresta Jayapura Kota yang memfasilitasi pertemuan antara demonstran dan DPR Papua. Menurut Ramandey, komunikasi langsung tersebut mampu meredam potensi eskalasi konflik.
Ia menilai dinamika aksi kali ini menunjukkan peningkatan kesadaran dari para peserta, meski sempat terjadi kericuhan. Intensitas ketegangan, kata dia, terlihat mulai menurun dibanding aksi-aksi sebelumnya.
Ramandey berharap pola penyampaian aspirasi yang lebih tertib dan dialogis bisa terus dijaga. Ia menegaskan bahwa perjuangan hak asasi manusia harus tetap menghormati hak publik lainnya, termasuk keamanan dan ketertiban.
Lebih jauh, Komnas HAM melihat aksi mahasiswa sebagai bentuk penyampaian pesan moral kepada negara terkait persoalan HAM di Papua. Karena itu, ia menekankan pentingnya respons cepat dari pemerintah agar isu-isu tersebut tidak berlarut-larut.
“Aksi ini bukan untuk berhadapan dengan aparat, tetapi menjadi sinyal bahwa ada persoalan yang perlu segera diselesaikan,” katanya.
Komnas HAM pun mendorong semua pihak untuk menjaga ruang dialog sebagai jalan utama dalam menyelesaikan persoalan HAM di Papua secara damai dan berkelanjutan. (kls)



