Suara Bersama

AS Serang Iran, RI Diminta Batalkan Pengiriman TNI ke Gaza

Jakarta, suarabersama.com – Rencana pengerahan ribuan prajurit TNI ke Gaza dalam misi International Stabilization Force (ISF) diminta untuk ditinjau ulang. Desakan itu muncul menyusul memanasnya perang terbuka antara Amerika Serikat–Israel dan Iran yang dinilai berpotensi memperluas konflik di Timur Tengah.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyarankan Presiden Prabowo Subianto menangguhkan pengiriman pasukan hingga situasi kawasan lebih jelas. Menurut dia, eskalasi terbaru membuat risiko keamanan di Gaza semakin tinggi.

Dino menilai, serangan militer AS dan Israel ke Teheran akan berdampak pada stabilitas Palestina, termasuk Gaza yang saat ini berada dalam situasi gencatan senjata dengan Hamas. Ia mengingatkan, Indonesia perlu berhati-hati agar pasukan TNI tidak terseret dalam konflik yang lebih luas.

ISF sendiri dibentuk oleh Board of Peace (BoP) untuk mendukung stabilitas Gaza. Amerika Serikat diposisikan sebagai komandan utama pasukan tersebut, sementara Indonesia disebut akan menjadi wakil komandan dengan kontribusi sekitar 8.000 personel TNI dari total 20 ribu pasukan multinasional.

Menurut Dino, kondisi menjadi sensitif karena Hamas dan sejumlah faksi di Gaza memiliki kedekatan dengan Iran. Di sisi lain, AS sebagai pimpinan BoP dan ISF kini terlibat langsung dalam konflik melawan Teheran. “Risikonya terlalu besar jika pasukan kita berada di bawah komando pihak yang sedang berperang,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan anggota Komisi I DPR, TB Hasanuddin. Ia menilai agresi militer yang dilakukan Presiden Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terhadap Iran semakin memunculkan keraguan atas komitmen BoP terhadap perdamaian.

TB Hasanuddin menegaskan Indonesia perlu menyatakan sikap resmi secara tegas. Sebagai negara yang berpegang pada prinsip anti-penjajahan dan mendukung perdamaian dunia, pemerintah dinilai harus memastikan setiap langkah luar negeri tidak menempatkan Indonesia dalam posisi berisiko.

Menurutnya, sebelum keputusan final diambil, pemerintah perlu mengkaji ulang dampak keamanan, politik, dan diplomatik dari pengerahan pasukan ke Gaza. “Jangan sampai niat membantu perdamaian justru membuat kita terjebak dalam konflik yang lebih besar,” ujarnya.

Di tengah dinamika Timur Tengah yang terus berkembang, desakan untuk bersikap hati-hati terhadap misi ISF menjadi bagian dari perdebatan publik mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia saat ini. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 1 =