Jakarta,Suarabersama.com – Keinginan RI menjadi mediator perdamaian perang Iran dengan AS-Israel, disambut baik oleh Pemerintah Iran. Sambutan Iran tertuang dalam pernyataan resmi Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Jakarta pada Minggu (1/3/2026).
Dalam rilis tersebut, mereka juga meminta pejabat Indonesia mengambil sikap tegas terkait tindakan AS dan Israel.
“Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia, dengan menyampaikan apresiasi atas dukungan konsisten Pemerintah dan rakyat Indonesia serta menyambut kesiapan Presiden Republik Indonesia untuk melakukan mediasi dalam konflik ini, menegaskan pentingnya pengambilan sikap yang tegas oleh para pejabat Indonesia dalam mengutuk agresi dan kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis Israel,” demikian rilis resmi Kedubes Iran.
Kedubes Iran menyatakan, permusuhan, intervensi, dan agresi AS terhadap negara Timur Tengah ini, sudah berlangsung sejak tujuh dekade lalu. Ketegangan itu bermula saat kudeta Perdana Menteri Mohammad Mossadegh pada 19 Agustus 1953.
Setelahnya, AS memberlakukan sanksi politik hingga ekonomi ke Iran; mendukung organisasi teroris termasuk Organisasi Mujahidin Khalq (MKO) dalam pembunuhan luas terhadap warga sipil, pejabat politik, militer, dan ilmuwan nuklir Iran; serta menciptakan terorisme dan ekstremisme dengan tujuan mengoperasionalkan proyek Islamofobia dan Iranofobia di dunia.
Tak cuma itu, AS melalui kapal perang USS Vincennes juga pernah menembak pesawat Airbus di Teluk Persia, membunuh komandan Iran pada 2020 di Irak, mendukung serangan Israel di Damaskus pada April 2024, mendukung gempuran Israel ke pusat militer pada Oktober 2024, mendukung Israel dalam serangan pada Juni 2025, dan membajak protes damai sipil pada Januari 2026. (Kds)



