Suara Bersama

Trump Setujui Gencatan Senjata Sementara dengan Iran, Negosiasi Digelar di Islamabad

Jakarta, Suarabersama.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penangguhan serangan terhadap infrastruktur energi Iran selama dua minggu. Keputusan tersebut merupakan bagian dari upaya menuju “gencatan senjata dua sisi” yang bergantung pada kesediaan Teheran membuka kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz secara penuh dan segera.

Dalam pernyataannya, Trump menyebut proposal 10 poin yang diajukan Iran melalui Pakistan sebagai sebuah tawaran yang bisa dijadikan dasar awal untuk perundingan lebih lanjut.

“dasar yang layak untuk bernegosiasi.”

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa proposal tersebut belum sepenuhnya memuaskan. Ia juga memperingatkan kemungkinan dilancarkannya kembali serangan udara besar jika kesepakatan final tidak tercapai sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.

Di sisi lain, pemerintah Iran yang berpusat di Teheran menyatakan langkah tersebut sebagai kemenangan besar bagi mereka. Iran menilai Washington akhirnya menerima rencana 10 poin yang diajukan sebagai landasan pembicaraan.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengungkapkan bahwa negosiasi dengan Amerika Serikat dijadwalkan dimulai pada 10 April di Islamabad. Proses perundingan tersebut direncanakan berlangsung selama dua minggu dengan kemungkinan diperpanjang apabila kedua pihak mencapai kesepakatan.

Alasan Trump Memilih Gencatan Senjata

1. Dampak Ekonomi yang Semakin Berat

Alan Eyre, peneliti diplomasi dari Middle East Institute, menilai keputusan Trump kemungkinan besar dipengaruhi oleh kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari konflik yang berkepanjangan.

“sangat ketakutan”

Menurut Eyre, konflik yang meluas serta potensi gangguan terhadap jalur energi global di Selat Hormuz bisa memperparah kondisi ekonomi internasional.

Ia juga menyatakan bahwa mundurnya Trump dari ancaman ekstrem sebelumnya menjadi kabar yang melegakan.

“menyatakan kemenangan dan menghentikan perang”

Eyre menambahkan bahwa implementasi gencatan senjata tidak akan terjadi secara instan dan beberapa serangan, khususnya di kawasan Lebanon, mungkin masih terjadi dalam waktu dekat.

Ia menilai langkah militer Israel di Lebanon memiliki tujuan strategis tersendiri.

“tujuan strategis mereka sendiri yang belum mereka penuhi”

2. Tekanan Politik dan Ancaman Pemakzulan

Tekanan politik di dalam negeri juga menjadi faktor penting. Anggota Kongres dari Partai Demokrat, Alexandria Ocasio-Cortez, kembali menyerukan pemakzulan terhadap Trump.

“tidak mengubah apa pun.”

Ia mengkritik keras kebijakan Trump terhadap Iran dan menilai situasi tersebut berbahaya bagi stabilitas global.

“Presiden telah mengancam genosida terhadap rakyat Iran, dan terus memanfaatkan ancaman itu,”

“Baik oleh Kabinetnya maupun Kongres, Presiden harus dicopot dari jabatannya. Kita sedang bermain di ambang kehancuran.”

Sejumlah anggota parlemen Demokrat lainnya sebelumnya juga telah menyampaikan tuntutan serupa terkait kebijakan Trump terhadap Iran.

3. Minimnya Pilihan Strategis

Pakar kebijakan luar negeri dari Quincy Institute, Trita Parsi, menilai Trump pada akhirnya tidak memiliki banyak opsi strategis.

Ia mengatakan konflik yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi merusak kepresidenan Trump.

“tidak memiliki pilihan yang baik”

Parsi menambahkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi Iran berpotensi memicu pembalasan dari negara-negara kawasan Teluk.

“Krisis energi yang jauh lebih buruk daripada sekarang”

Menurutnya, ancaman yang dilontarkan Trump sebelumnya lebih bersifat tekanan negosiasi daripada strategi jangka panjang.

4. Upaya Membuka Selat Hormuz

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memuji gencatan senjata tersebut sebagai keberhasilan bagi Amerika Serikat.

Ia menyebut keberhasilan militer AS telah menciptakan tekanan yang cukup kuat sehingga membuka peluang diplomasi.

“diwujudkan”

Menurutnya, strategi tersebut juga berkontribusi pada pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran vital bagi perdagangan energi global.

Sementara itu, pihak Iran menyatakan kesediaan untuk melakukan gencatan senjata dua minggu karena sebagian besar tujuan perang mereka dianggap telah tercapai.

5. Menekan Harga Minyak Global

Faktor ekonomi global lainnya adalah fluktuasi harga energi. Alex Holmes dari Economist Intelligence Unit mengatakan pasar merespons positif kabar gencatan senjata.

Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat dilaporkan turun sekitar 16 persen menjadi USD94,59 per barel, sementara minyak Brent turun sekitar 15 persen menjadi USD92,35 per barel setelah pengumuman tersebut.

Menurut laporan Reuters, sentimen positif juga terlihat di pasar saham Asia, di mana indeks Nikkei Jepang naik sekitar 5 persen dan indeks Kospi Korea Selatan melonjak hingga 6 persen.

Meski demikian, Holmes mengingatkan bahwa pasar masih menunggu kepastian apakah gencatan senjata tersebut benar-benar dapat bertahan. (*)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nine − 4 =