Jakarta, suarabersama.com. Ketua Umum Relawan Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo-Gibran, Nasarudin, menilai berbagai kebijakan strategis yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari upaya memperbaiki tata kelola ekonomi nasional sekaligus memberantas praktik mafia ekonomi dan sumber daya alam yang selama ini dinilai merugikan negara.
Menurut Nasarudin, langkah pemerintah dalam memperkuat kemandirian ekonomi dan menata pengelolaan kekayaan nasional tidak terlepas dari berbagai tantangan yang muncul dari pihak-pihak yang selama ini memperoleh keuntungan dari sistem yang dianggap tidak sehat.
Ia menyebut upaya meningkatkan penerimaan negara, memperbaiki tata kelola sumber daya alam, serta mengurangi ketergantungan terhadap pihak eksternal merupakan bagian dari agenda besar pemerintah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Nasarudin juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah yang mendorong pembangunan berbasis kekuatan domestik. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi sumber daya yang besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Indonesia harus mampu memaksimalkan kekuatan ekonominya sendiri dan tidak terus bergantung pada pembiayaan dari luar negeri,” ujarnya.
Selain itu, ia mengapresiasi langkah pemerintah dalam menertibkan berbagai aktivitas usaha yang dinilai tidak sesuai aturan, termasuk sektor perkebunan yang bermasalah. Penataan tersebut, kata dia, penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam berjalan lebih transparan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Nasarudin menegaskan bahwa kekayaan alam Indonesia seharusnya menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.
Ia juga mendorong pemerintah menciptakan iklim investasi dan berbagai insentif yang dapat menarik kembali aset maupun modal milik warga negara Indonesia yang selama ini ditempatkan di luar negeri. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang terus berubah.
Di akhir pernyataannya, Nasarudin mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, pelaku usaha, tokoh masyarakat hingga kelompok sipil, untuk mendukung berbagai agenda pembenahan yang sedang dijalankan pemerintah.
Menurutnya, penguatan kedaulatan ekonomi dan perbaikan tata kelola sumber daya alam merupakan tanggung jawab bersama demi menciptakan pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh rakyat Indonesia. (kls)



