Suara Bersama

Pembubaran Ibadah GMS di Bantul Dipicu Persoalan Tempat dan Perizinan

Bantul, suarabersama.com – Pemerintah Kabupaten Bantul memastikan situasi kembali kondusif setelah insiden pembubaran kegiatan ibadah jemaat Gereja Misi Sejahtera (GMS) di Padukuhan Glugo, Kalurahan Panggungharjo, Kapanewon Sewon, Minggu (25/5/2026).

Peristiwa tersebut sempat menjadi sorotan publik usai video pembubaran beredar di media sosial dan memicu perhatian terkait isu intoleransi.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesbangpol Bantul, Yulius Sudarta, mengatakan pemerintah daerah sebenarnya telah berupaya melakukan langkah antisipasi setelah menerima informasi adanya penolakan terhadap kegiatan jemaat GMS.

Menurut Yulius, persoalan bermula saat jemaat GMS memindahkan lokasi ibadah dari hotel ke sebuah bangunan yang berada di kawasan pinggir Ring Road Selatan Yogyakarta. Tempat tersebut diketahui disewa selama lima tahun untuk digunakan sebagai lokasi kegiatan jemaat.

Pada Kamis (21/5/2026), lokasi itu dipakai untuk kegiatan bakti sosial. Sementara pada Minggu (24/5/2026), jemaat menggelar ibadah syukur atas penggunaan tempat baru tersebut.

“Pemkab sudah berupaya menjaga kondusivitas wilayah, namun memang terjadi pergerakan massa di lokasi kegiatan,” ujar Yulius.

Ia menjelaskan, pemerintah kini tengah menelaah legalitas penggunaan tempat tersebut, termasuk status Surat Keterangan Tanda Lapor (SKTL) yang telah diterbitkan oleh Kanwil Kementerian Agama DIY.

Pemkab Bantul juga akan mengkaji apakah dokumen tersebut sudah cukup untuk kegiatan ibadah atau masih membutuhkan persyaratan administrasi lain, termasuk kemungkinan mengacu pada aturan Surat Keputusan Bersama (SKB) dua menteri terkait pendirian rumah ibadah.

“Kami akan mencermati apakah masih ada syarat administrasi lain yang perlu dipenuhi,” kata Yulius.

Pemkab dijadwalkan menggelar rapat koordinasi bersama pihak terkait guna membahas tindak lanjut persoalan tersebut sekaligus menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Pantauan di lokasi pada Senin siang menunjukkan aparat kepolisian masih berjaga di sekitar bangunan yang digunakan jemaat GMS. Bangunan bercat putih dengan pintu biru itu tampak tertutup usai insiden pembubaran. (kls)

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × 1 =